Seribuan Penduduk Konawe Utara Mengungsi Akibat Banjir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengelolah pohon sagu untuk dijadikan tepung dengan cara tradisional di Desa Konda, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, (27/5). Dalam satu bulan para pekerja ini mampu memproduksi 40 karung tepung sagu. TEMPO/Fahmi Ali

    Pekerja mengelolah pohon sagu untuk dijadikan tepung dengan cara tradisional di Desa Konda, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, (27/5). Dalam satu bulan para pekerja ini mampu memproduksi 40 karung tepung sagu. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 1.354 orang mengungsi setelah banjir melanda Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, pada Sabtu, 16 Juli 2016, pukul 04.00 Wita. Banjir terjadi karena hujan lebat yang turun sejak Kamis hingga menyebabkan sungai-sungai meluap.

    Dari data yang dikumpulkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana, sekitar 735 rumah terendam banjir. Ribuan orang tersebut mengungsi ke rumah dinas Bupati Konawe Utara dan sebagian di sekolahan.

    "Sebanyak 12 desa di tiga kecamatan terendam banjir setinggi 1-2,5 meter," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 16 Juli 2016.

    Daerah-daerah yang terendam banjir meliputi Kecamatan Andowia (Kelurahan Andowia, Desa Anggolo Hipo, Desa Puusuli, Desa Labungga, Desa Anggomate, Desa Laronanga, Desa Larobende, Desa Puuwonua, Desa Almolameh, Desa Lamundowo, Desa Banggarema, Desa Lahembua), Kecamatan Asera (Kelurahan Wanggudu, Desa Puuwanggudu, Desa Wanggudu Raya, Desa Tapuhuatu), dan Kecamatan Lasolo (Desa Otole, Kelurahan Tinobu).

    Menurut Sutopo, BPBD Konawe Utara bersama TNI, Polri, dan SKPD saat ini masih di lapangan untuk mengevakuasi warga dan mendata kerusakan. BPBD Kabupaten Konawe Utara mendirikan dua pos pengungsian, tenda posko, tempat distribusi makanan, dan layanan kesehatan. 

    "Sebagian banjir sudah surut, namun di bagian hulu sungai masih mendung dan berpotensi hujan," kata Sutopo. Ia mengatakan sungai-sungai masih meluap, seperti Sungai Anggomate, Lalindu, Lasolo, Lahembua, dan sungai-sungai kecil lainnya sehingga dapat banjir kembali.

    Bencana banjir dan tanah longsor juga terjadi di Kota Ambon, Provinsi Maluku, pada Sabtu, 16 Juli 2016, pukul 04.00 Wit. Banjir menggenangi ratusan rumah di Kecamatan Sirimau dan Kecamatan Laitimu Selatan, Kota Ambon. Tiga rumah rusak akibat tanah longsor. BPBD Kota Ambon bersama BPBD Provinsi Maluku, TNI, Polri, Basarnas, PMI, SKPD, dan relawan melakukan evakuasi dan penanganan darurat.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.