Kasus Vaksin Palsu, Orang Tua Diminta Tetap Imunisasi Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang tua pasien Rumah Sakit Harapan Bunda mengisi formulir data anak yang diduga penerima vaksin palsu, Jakarta, 15 Juli 2016. Tempo/Idke Dibramanty

    Orang tua pasien Rumah Sakit Harapan Bunda mengisi formulir data anak yang diduga penerima vaksin palsu, Jakarta, 15 Juli 2016. Tempo/Idke Dibramanty

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia, Soedjatmiko, meminta masyarakat agar tetap mengimunisasi anaknya meskipun ada kasus vaksin palsu. "Sesuai dengan prosedur dan jadwalnya," katanya dalam diskusi Polemik Sindotrijaya FM "Jalur Hitam Vaksin Palsu" di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu, 16 Juli 2016.

    Soedjatmiko mengatakan orang tua perlu berhati-hati, mengecek produk vaksin yang diberikan, serta memastikan vaksin lewat jalur resmi yang disediakan pemerintah. "Setelah dibeli, disimpan dengan baik, dilihat tanggal kedaluwarsanya," katanya.

    Baca Juga: Vaksin Palsu, Biofarma: Karena Barang Susah dan Harga Mahal

    Soedjatmiko meminta limbah bekas vaksin, termasuk botolnya, dimusnahkan. Misalnya, dimasukkan ke kotak limbah dan dimusnahkan sesuai dengan prosedur tiap rumah sakit atau klinik kesehatan. "Karena vaksin palsu ada antara lain menggunakan kemasan bekas."

    Soedjatmiko juga meminta orang tua memeriksakan anaknya apabila ada keluhan setelah imunisasi. Vaksin asli pun bisa membuat anak demam, merah, rewel, dan bengkak di bagian bekas suntikan. Hal itu biasa, namun akan hilang setelah tiga hari.

    Simak: Vaksin Palsu, Orang Tua: Tersangka Tak Berperikemanusiaan

    Soedjatmiko menambahkan vaksin yang dipalsukan hanyalah vaksin impor yang harganya mahal. Pemerintah menyediakan program vaksin di rumah sakit atau pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) secara gratis.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.