Bromo Erupsi, Penutupan Bandara Abdulrachman Saleh Diperpanjang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan melihat semburan abu vulkanis di tepi kawah Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, 12 Juli 2016. Ratusan wisatawan dan masyarakat tetap beraktivitas di kawasan kawah Gunung Bromo meski sebelumnya Pusat Vulkanologi Mitigasi bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan jarak aman berada di atas radius satu kilometer. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

    Wisatawan melihat semburan abu vulkanis di tepi kawah Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, 12 Juli 2016. Ratusan wisatawan dan masyarakat tetap beraktivitas di kawasan kawah Gunung Bromo meski sebelumnya Pusat Vulkanologi Mitigasi bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan jarak aman berada di atas radius satu kilometer. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, Malang - Penutupan sementara kegiatan di Bandar Udara Abdulrachman Saleh diperpanjang lagi setelah ditutup sejak Jumat kemarin. Penutupan hari ini, Sabtu, 16 Juli 2016, berlaku mulai pukul 08.46 sampai Minggu pukul 09.00 WIB.

    Penutupan bandar udara yang berlokasi di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, itu dilakukan karena sebaran abu vulkanis Gunung Bromo membahayakan penerbangan pesawat. “Dengan demikian, ada 10 penerbangan ke bandara Malang dan dari Malang tidak beroperasi,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya.

    Menurut Sutopo, angin yang mengarah ke barat daya hingga utara menyebabkan sebaran abu vulkanis Gunung Bromo menyebar ke arah Malang dan berisiko tinggi bagi keselamatan penerbangan sipil. Lokasi Bandar Udara Abdulrachman Saleh yang berdekatan dengan beberapa gunung api, terutama Bromo, Semeru, dan Raung, memang berisiko tinggi terkena dampak erupsi gunung api tersebut.

    Berdasarkan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) per Sabtu pagi ini, kepulan asap kawah teramati berwarna putih, kelabu, kecokelatan, sedang-tebal, dengan tekanan lemah-kuat, dan tinggi asap 200-900 meter dari puncak kawah ke arah barat daya hingga utara. Kemunculan sinar api pun teramati. Tremor berlangsung menerus dengan amplitudo maksimum dominan 2 mm.

    Dengan aktivitas vulkanis seperti itu, Gunung Bromo masih berstatus waspada (level II). Bromo diperkirakan masih labil dan terus bererupsi dalam beberapa hari ke depan. Karena itu, masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan semua pengunjung dilarang memasuki kawasan dalam radius 1 kilometer dari kawah Bromo.

    Namun, kata Sutopo, masyarakat Tengger di sekitar Gunung Bromo tetap melaksanakan perayaan Kasada. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, puncak upacara ritual Yadnya Kasada Bromo 2016 jatuh pada 20-21 Juli 2016. Diharapkan saat puncak acara kondisi Bromo stabil.

    Bromo kembali erupsi pada Senin, 11 Juli 2016. Dalam pekan ini saja sudah dua kali Bandar Udara Abdulrachman Saleh mengalami buka-tutup. Bandara ditutup pada Senin itu, Selasa dibuka kembali, lalu Jumat ditutup lagi selama 22 jam dan sekarang penutupannya diperpanjang.

    ABDI PURMONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berkas yang Diterima dan Dalil yang Ditolak Sidang MK Pra Skors

    Inilah berkas perbaikan Tim Hukum Prabowo - Sandiaga terkait sengketa Pilpres yang diterima dan sejumlah dalil yang ditolak Sidang MK, 27 Juni 2019.