Dokter Anak ini Beli 130 Vaksin Palsu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Contoh vaksin palsu yang disita polisi, 23 Juni 2016. TEMPO/Rezki

    Contoh vaksin palsu yang disita polisi, 23 Juni 2016. TEMPO/Rezki

    TEMPO.CO, Tangerang - Dokter spesialis anak Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Mutiara Bunda di Jalan H.Mencong Ciledug, Kota Tangerang, dr.Toniman Koeswadjaja mengatakan, telah membeli vaksin DPT dari seorang medical representative pada Juni 2016, yang belakangan diketahui palsu. "Harga per ampulnya dua ratus ribu rupiah," kata Toniman saat ditemui di rumah sakitnya, Jumat, 15 Juli 2016.

    Dia mengatakan telah memesan dan membayar sesuai faktur pembelian vaksin Tripacea sebanyak 130 vial dengan total nilai yang dibayarkan Rp 26 juta. Tercatat pada faktur transaksi pembelian dilakukan pada 23 Juni 2016. Ia menolak menjelaskan berapa harga vaksin asli, yang biasanya dia beli. Namun di sebuah blog yang memuat harga vaksin, jenis itu berharga sekitar Rp 350 ribu.

    Baca: Ibu Ini Curiga Anaknya Susah Bicara karena Vaksin Palsu

    Toniman mengatakan tidak tahu kalau vaksin DPT yang dibelinya palsu. "Saya tidak mengecek, kemasannya sama dengan yang dulu (pabrikan). Mungkin kalau dibuka isinya, baru ketahuan palsu," kata Toniman.

    Toniman mengatakan vaksin yang dibeli itu merupakan vaksin DPT tanpa efek panas, jenis vaksin ini memang diminati orangtua pasien sebab tidak menimbulkan suhu panas.  "Banyak permintaan vaksin DPT yang tidak panas orangtua menghindari anaknya panas bahkan kejang," kata Toniman.

    Baca: Vaksin Palsu Lahir dari Kelangkaan Vaksin Impor

    Maka begitu ada tawaran vaksin DPT dari seorang sales obat, Toniman langsung sepakat dan memesannya, apalagi persediaan vaksin DPT kosong sejak awal 2016 hingga pertengahan tahun. Namun Toniman mengatakan, vaksin palsu itu belum ada yang dipakai sampai akhirnya disita kepolisian.

    "Saya tidak begitu kenal medical representativenya. Mereka kan banyak menunggu saya keluar praktik, lalu menawarkan obat, vaksin. Komunikasi lewat telepon saja jadi saya tidak hafal orangnya seperti apa dari perusahaan apa," kata Toniman.

    Baca: Bareskrim Tetapkan 3 Dokter sebagai Tersangka Vaksin Palsu

    Toniman mengatakan tidak curiga harga lebih murah, dia pikir ada vaksin asli karena pemodalnya besar sehingga melakukan potongan harga.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Roostiwie dihubungi Tempo terpisah mengatakan melakukan pengawasan melekat terhadap RSIA Mutiara Bunda. "Tim kami sedang di lapangan, kami ikuti prosedur dan petunjuk pusat, kalau memang harus dipanggil ya kami panggil yang bersangkutan (-Toniman)," kata Roostiwie.

    Roostiwie juga menyayangkan pembelian vaksin palsu itu. "Mestinya dokter tahu dan curiga dengan harga murah, karena itu peluang cari untung,"katanya.

    Oleh karenanya Roostiwie meminta agar klinik, bidan dan rumah sakit mengikuti prosedur dalam membeli obat dan vaksin, yaitu dari dustributor resmi.


    AYU CIPTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.