Reaksi Ketua DPRD DKI Saat Namanya Disebut dalam Rekaman Sanusi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi (kiri), dan Wakil Ketua DPRD, Mohamad Taufik, menunggu pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 11 April 2016. Penyidik KPK memanggil Pimpinan dan anggota DPRD DKI Jakarta serta sejumlah pejabat dalam pemeriksaan kasus dugaan suap pembahasan Raperda. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi (kiri), dan Wakil Ketua DPRD, Mohamad Taufik, menunggu pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 11 April 2016. Penyidik KPK memanggil Pimpinan dan anggota DPRD DKI Jakarta serta sejumlah pejabat dalam pemeriksaan kasus dugaan suap pembahasan Raperda. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi enggan menanggapi penyebutan namanya dalam rekaman percakapan antara Ketua Komisi D DPRD DKI Mohamad Sanusi dan Manajer Perizinan Agung Sedayu Group Saiful Zuhri alias Pupung.

    Rekaman itu diperdengarkan jaksa penuntut umum dalam sidang terdakwa Ariesman Widjaja, bos Agung Podomoro Land.

    Dalam rekaman tersebut, Prasetyo dituding membagikan duit suap reklamasi dari pengembang kepada anggota Badan Legislasi Daerah DKI. "Yang nyebut gue? Bukan, kan? Ya, tanya sama dia (Pupung) dong. Kan, yang nyebut nama dia. Gue enggak tahu," ucapnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis, 14 Juli 2016.

    Prasetyo mengaku tak mengenal Pupung sama sekali. Ia tak ambil pusing dengan penyebutan namanya oleh Pupung. Dalam rekaman, Prasetyo disebut Pupung tidak becus dalam membagi-bagikan duit jatah kepada para anggota Balegda DKI.

    Kepala Pemberitaan dan Informasi Komisi Pemberantasan Korupsi Priharsa Nugraha mengatakan pemutaran rekaman dalam persidangan ini merupakan strategi KPK meyakinkan hakim bahwa ada pihak lain yang terlibat.

    Menanggapi ini, Prasetyo menyatakan siap jika dipanggil diperiksa. "Ya, pasti aku jadi saksi. Aku udah pernah diperiksa KPK, kok. Pasti saya hadir sebagai warga Republik Indonesia."

    EGI ADYATAMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.