Bobot Bocah Penderita Obesitas Ekstrem Turun Jadi 186 Kilogram

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bocah obesitas Arya Permana (10), menyiramkan air pada tubuhnya saat mandi didalam kolam yang dibuat khusus di halaman rumahnya, Karawang, Jawa Barat, 13  Juni 2016. Arya sering merasakan kepanasan dan berendam selama 3 jam untuk menghilangkan rasa gerah pada tubuhnya. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Bocah obesitas Arya Permana (10), menyiramkan air pada tubuhnya saat mandi didalam kolam yang dibuat khusus di halaman rumahnya, Karawang, Jawa Barat, 13 Juni 2016. Arya sering merasakan kepanasan dan berendam selama 3 jam untuk menghilangkan rasa gerah pada tubuhnya. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Bobot AP, 10 tahun, bocah penderita obesitas ekstrem asal Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pemerintah Hasan Sadikin Bandung, turun dari 190 kilogram menjadi 186 kilogram. Bobotnya turun setelah ia masuk rumah 4 hari lalu.

    "Alhamdulillah sejak hari pertama dirawat di RSHS, berat badannya turun terus. Hari pertama turun sampai 1,4 kilogram. Kalau sekarang berat badannya 186,8 kilogram," kata ayah kandung AP, Ade Somatri, Kamis, 14 Juli 2016.

    Menurut dia, menyusutnya bobot AP dari 190 kilogram menjadi 186 kilogram berkat menu diet yang diberikan tim dokter RSHS Bandung, yang menangani anak bungsunya tersebut. "Jadi selama di sini anak saya dikasih menu diet. Menu dietya ialah nasi merah, sayuran, dan buah. Buhnya diperbanyak. Daging ayam juga masih dikasih, tapi porsinya dikurangi," tutur Ade.

    Ia mengatakan saat ini tim dokter yang menangani anaknya akan mengurangi jumlah asupan kalori dari 2.500 menjadi sekitar 2.000 per harinya. "Jadi AP, kata tim dokter, bisa melalui asupan kalori 2.500 per hari dan sekarang jumlah kalorinya mau diturunkan menjadi 2.000," ucapnya.

    Selama 4 hari dirawat di RS Hasan Sadikin Bandung, anaknya itu merasa jenuh. "Kalau jenuh mah pasti, meski pagi, siang, dan sore dokter suka ngajak jalan-jalan AP di lorong ruangan yang memiliki panjang sekitar 25 meter," tuturnya.

    Keberadaan AP makin mengemuka setelah dia tiba di RS Hasan Sadikin, Bandung, Senin siang, 11 Juli 2016. Dia dijadwalkan menjalani perawatan khusus untuk mengatasi kegemukan badannya selama dua pekan di rumah sakit tersebut.

    Bocah kelas 3 SD ini datang didampingi orang tuanya, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, dan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Alma Lucyati.

    Saat ini, anak bungsu dari pasangan Ade Somantri dan Rokayah tersebut menempati sebuah ruangan di lantai II gedung Kemuning ruang Kenanga, RSHS Bandung.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.