Soal Senjata Ilegal Paspampres, Ini Penjelasan Jubir Presiden

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara Presiden Johan Budi menyampaikan keterangan pers terkait pembentukan Badan Restorasi Gambut di Istana Merdeka, Jakarta, 13 Januari 2016. Johan Budi yang juga mantan Pimpinan KPK tersebut mulai bertugas sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi usai dilantik Presiden Joko Widodo Selasa (12/1). ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

    Juru Bicara Presiden Johan Budi menyampaikan keterangan pers terkait pembentukan Badan Restorasi Gambut di Istana Merdeka, Jakarta, 13 Januari 2016. Johan Budi yang juga mantan Pimpinan KPK tersebut mulai bertugas sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi usai dilantik Presiden Joko Widodo Selasa (12/1). ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Presiden, Johan Budi SP, mengatakan senjata ilegal yang dibeli anggota Paspampres tidak dibawa melalui pesawat kepresidenan. "Saya mendasarkan pada keterangan Audi (Sumilat) bahwa transaksi itu terjadi pada 28 September 2015," kata Johan pada Kamis, 14 Juli 2016, di Istana Negara, Jakarta.

    Pada akhir September 2015, Wakil Presiden Jusuf Kalla melakukan kunjungan ke Amerika Serikat. Namun rombongan Kalla saat itu menggunakan pesawat komersial, bukan pesawat kepresidenan. Pada Oktober 2015, Jokowi melakukan kunjungan ke Amerika dengan pesawat kepresidenan. Menurut dugaan, senjata ilegal yang dibeli anggota Paspampres tersebut dibawa ke Indonesia melalui pesawat kepresidenan saat Jokowi kembali ke Indonesia.

    Baca: Istana Tak Ikut Campur Masalah Senjata Ilegal Paspampres

    Menurut Johan, dugaan itu tidak dapat dipertanggungjawabkan. Sebab, kesaksian yang diberikan di persidangan oleh Audi Sumilat, tentara Amerika yang menjual senjata ilegal, transaksi dilakukan pada 28 September dan dilakukan melalui perantara. Karena itu, Audi tidak tahu senjata tersebut dijual ke siapa dan dibawa ke mana.

    Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan tak tahu persis soal dugaan senjata ilegal yang dibawa di pesawat kepresidenan.

    Dia memastikan Paspampres tidak pernah menggunakan senjata ilegal. "Paspampres tidak pernah membeli senjata ilegal. Semua senjata yang dibeli ada standardnya, ada aturannya, ada proses pembeliannya," tutur Luhut, Kamis, 14 Juli 2016, di Istana Negara.

    Pihak Istana pun tak ingin berpolemik jauh soal senjata ilegal yang dibeli anggota Paspampres. Kasus ini diserahkan ke proses hukum. "Sekarang kan sudah ditangani Puspom TNI," ucap Johan.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.