Alasan Polisi Rahasiakan 14 Rumah Sakit Penerima Vaksin Palsu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Contoh vaksin palsu yang disita polisi, 23 Juni 2016. TEMPO/Rezki

    Contoh vaksin palsu yang disita polisi, 23 Juni 2016. TEMPO/Rezki

    TEMPO.COJakarta - Badan Reserse Kriminal Polri mengumumkan ada 14 rumah sakit swasta yang menjadi penerima vaksin palsu. Aktivis perlindungan konsumen dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat meminta polisi dan Kementerian Kesehatan membeberkan nama-nama rumah sakit yang dimaksud. Tapi polisi tetap merahasiakannya.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Polri Brigadir Jenderal Agus Riyanto mengatakan penyidikan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah terhadap rumah sakit tersebut. Rumah sakit, kata dia, adalah institusi atau lembaga sehingga banyak orang bisa ikut terbawa. 

    "Kami akan telusuri siapa yang bertanggung jawab sampai betul-betul ketemu pelaku di rumah sakit itu," ujar Agus di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 13 Juli 2016.

    Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Brigadir Jenderal Agung Setya mengatakan ada 4 rumah sakit dan 2 toko obat yang memberikan vaksin palsu kepada pelanggannya. Namun jumlah rumah sakit penerima vaksin palsu kini bertambah.

    Ia mengatakan penyidik terus mendalami keterlibatan pihak rumah sakit yang membuat vaksin palsu itu dikonsumsi publik, sehingga tidak ada pihak yang merasa terganggu. "Kami meningkatkan peran satgas yang sudah dibentuk," ucapnya.

    Bareskrim saat ini telah menetapkan 18 orang sebagai tersangka dalam kasus vaksin palsu. Mereka adalah pembuat, pengedar, penyedia kemasan, penjual vaksin palsu, hingga bidan sebuah klinik. Mereka diduga melanggar Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Kesehatan, dan pasal pencucian uang.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.