DPR Ingin Produk Legislasi Rampung 60 Persen di 2016  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR, Ade Komarudin setelah menunaikan Salat Id di Mesjid Istiqlal Jakarta, 6 Juli 2016. TEMPO/Arkhelaus Wisnu

    Ketua DPR, Ade Komarudin setelah menunaikan Salat Id di Mesjid Istiqlal Jakarta, 6 Juli 2016. TEMPO/Arkhelaus Wisnu

    TEMPO.COJakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Ade Komarudin mengatakan pihaknya bakal menggenjot penyelesaian produk legislasi hingga akhir 2016. Ade mengatakan lembaganya menargetkan 60 persen produk legislasi selesai tahun ini. 

    "Kami ingin karena masih ada 34 undang-undang yang tersisa dalam satu semester ini. Sekurang-kurangnya kami ingin dari target Legislasi 50-60 persen bisa tercapai," kata Akom, sapaan akrabnya, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu 13 Juli 2016.

    Akom menjelaskan, selama semester pertama 2016, lembaganya telah menghasilkan tujuh undang-undang dan empat perjanjian. Dengan 11 produk legislasi yang baru dihasilkan, kata Akom, masih ada 34 produk legislasi yang harus diselesaikan pada 2016.

    Namun Akom mengatakan semua undang-undang tersebut tidak dapat dipaksakan selesai. Menurut dia, penyelesaian undang-undang tersebut juga bergantung pada persetujuan DPR dan pemerintah. "Bukan masalah undang-undang itu harus diterbitkan," kata Akom.

    Hari ini, pimpinan DPR juga menggelar silaturahmi atau halalbihalal bersama pegawai Sekretariat Jenderal di Lobi Gedung Bulat, Kompleks Parlemen. Di hadapan pegawainya, Akom optimistis kinerja DPR bakal meningkat. 

    Akom juga mengapresiasi ketiadaan laporan adanya pegawai yang membolos pasca-cuti bersama libur Lebaran. "Di tengah banyaknya PNS yang bolos di luar sana, saya optimistis kerja DPR dalam hal mendorong produk legislasi," kata Akom.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.