Jokowi Panggil Menteri Ferry dan Darmin, Terkait Resuffle?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursidan Baldan (tengah) mendengarkan penjelasan dari salahsatu peserta pameran pertanahan di Senayan, Jakarta, 6 November 2015. Pameran pertanahan digelar dalam perayaan hari Agraria dan Tata Ruang hingga 8 November 2015. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursidan Baldan (tengah) mendengarkan penjelasan dari salahsatu peserta pameran pertanahan di Senayan, Jakarta, 6 November 2015. Pameran pertanahan digelar dalam perayaan hari Agraria dan Tata Ruang hingga 8 November 2015. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo pagi ini, Rabu, 13 Juli 2016, memanggil beberapa menteri Kabinet Kerja. Sekitar pukul 09.00, mobil dinas Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Fery Mursyidan Baldan sudah terparkir di halaman Istana Negara.

    Mobil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya serta Menteri Pertanian Amran Sulaiman sudah terparkir di lokasi yang sama. Sekitar pukul 09.30, giliran Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution yang masuk untuk menemui Presiden Jokowi.

    Siti Nurbaya mengatakan dia dipanggil Presiden untuk membahas masalah pertanian serta kesejahteraan petani. "Membahas masalah pertanian, ketersediaan lahan untuk kesejahteraan masyarakat, di samping untuk mengurangi impor gula, jagung, dan sapi," katanya setelah bertemu dengan Presiden. Siti membantah kabar bahwa pertemuan itu juga membahas masalah perombakan kabinet. "Tidak ada."

    Amran dan Ferry juga kompak mengatakan pemanggilan tersebut terkait dengan ketersediaan lahan pertanian. Keduanya membantah kabar bahwa pemanggilan itu berkaitan dengan perombakan kabinet.

    Sekitar pukul 10.30, Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki juga masuk ke kompleks Istana Merdeka. Ia langsung masuk dan tidak banyak berkomentar. Saat Teten masuk, Menteri Darmin belum terlihat keluar dari Istana Merdeka.

    Hari ini berembus kabar bahwa Presiden Jokowi akan mengocok ulang formasi kabinetnya. Selain mengakomodasi kalangan profesional untuk duduk di jajaran kabinet, beberapa partai pendukung pemerintah dipastikan kebagian jatah. Bahkan partai "pendatang baru" sebagai pendukung Jokowi-Jusuf Kalla, yaitu Golkar dan Partai Amanat Nasional, santer disebut bakal mendapat jatah kursi menteri.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.