Dulu, Fadli Zon Pasang Badan Bela Tersangka Pencabulan Bocah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arsyad. Istimewa

    Arsyad. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika Muhammad Arsyad ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan penghinaan Presiden Joko Widodo, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon sempat menjadi jaminan untuk penangguhan penahanan Arsyad. "Saya bersedia," ujar Fadli di Markas Besar Kepolisian RI, Jumat, 31 Oktober 2014.

    BACA: Ibu Penghina Jokowi Ingin Sujud ke Kaki Fadli Zon

    Fadli pun menyempatkan diri berkunjung ke rumah Arsyad, yang ketika itu masih tinggal di Ciracas, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Fadli pun turut mendampingi keluarga Arsyad ke Mabes Polri karena ingin membantu proses penangguhan penahanan Arsyad yang mendekam di sel polisi. "Mudah-mudahan bebas."

    Adapun Arsyad ketika itu diadukan tim kuasa hukum Jokowi semasa masih berkampanye pemilihan presiden 2014. Teguh Samudra, anggota tim kuasa hukum Jokowi, melaporkan Arsyad ke Mabes Polri atas dugaan pencemaran nama baik karena perintah Dewan Pimpinan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

    BACA: Fadli Zon Pasang Badan untuk Penghina Jokowi

    "Kami mendapat laporan ada gambar-gambar cabul itu. Lalu DPP memerintahkan kami melapor ke polisi," ujarnya ketika dihubungi, Rabu, 29 Oktober 2014. Menurut Teguh, gambar-gambar yang diunggah Arsyad--saat itu berusia 24 tahun--tak elok pada masa kampanye pemilihan presiden.

    Gambar tersebut, menurut Teguh, sangat melecehkan Jokowi. "Jorok-jorok sekali," ucap Teguh. Akhirnya, pada 27 Juli 2014, ia dan anggota tim kuasa huium lain, Henry Yosodiningrat, melaporkan akun milik tukang tusuk sate itu dengan bukti print out foto yang diunggah di akun Facebook kepada Mabes Polri.

    BACA: Tukang Tusuk Sate Dilaporkan oleh Tim Jokowi

    Saat Fadli mengunjungi keluarga Arsyad, Mursyidah, ibu Arsyad, sempat membungkukkan badan di depan Fadli. Dia berniat bersujud di kaki Fadli. Namun, "Saya larang, tidak boleh sujud begitu. Sujud hanya boleh ke Tuhan," ujar Ersah, kakak kandung Mursyidah, di kediamannya di Ciracas.

    Kedatangan Fadli menjadi harapan baru bagi keluarga Mursyidah. Mereka berharap politikus Partai Gerakan Indonesia Raya itu dapat mempercepat proses pembebasan Arsyad. Fadli pun berjanji akan memberikan fasilitasi pengacara gratis kepada keluarga Arsyad. Akhirnya, pada 3 November 2014, Mabes Polri melepaskan Arsyad dari tahanan.

    BACA: Ibu Penghina Jokowi Minta Penangguhan Penahanan

    Namun, lepas dari jeratan kasus penghinaan Jokowi, Arsyad kini tengah menghadapi tuduhan yang tak kalah serius. Kepolisian Resor Kota Depok menetapkannya sebagai tersangka penculikan dan pencabulan anak di bawah umur. Menurut Komisaris Besar Harry Kurniawan, Kepala Polres Depok, korban Arsyad sudah banyak.

    Kepada polisi, Arsyad, yang kini menjadi pengantar air galon, mengaku bisa membawa anak-anak untuk dicabulinya dengan iming-iming menjadi artis sinetron. “Dia menjanjikan korbannya bisa dibayar Rp 1 juta per episode,” kata Harry di Depok, Selasa, 12 Juli 2016.

    BACA: Bejat, Ini Korban Lain Pria Cabul Penghina Jokowi

    Arsyad mengaku kepada penyidik kepolisian bahwa anak-anak gampang terbuai rayuan menjadi artis. “Janji itu ia utarakan terus selama bersama korban,” ucap Harry. Dalam mencari mangsanya, Arsyad berkeliling ke lokasi-lokasi yang banyak anak-anak dengan sepeda motornya.

    Setelah mendapat korban yang diincarnya, Arsyad mendekati dan melancarkan rayuannya. "Mencari korbannya secara random, tak ditentukan sebelumnya," tutur Harry. Minggu, 9 Juli 2016, Arsyad berhasil mengajak anak perempuan 10 tahun berinisial F dari kawasan kolam renang Paragon, Cilodong, ke vila di Puncak, Cisarua, Bogor.

    BACA: Pencabulan, Pria Penghina Jokowi Incar Anak di Tempat Wisata

    F sempat dicumbui di vila. Bahkan celana gadis kecil tersebut sempat dibuka sebelum akhirnya warga mendobrak kamar yang disewa Arsyad. "Korbannya berteriak begitu celananya dibuka, dan itu mengundang perhatian penduduk di sekitar vila," kata Harry.

    Sebelumnya, menurut Harry, Arsyad pernah melakukan percobaan penculikan terhadap anak-anak pada Juni 2016. Namun saat itu anak yang diculiknya dikembalikan lagi kepada orang tuanya. Berkas laporan kehilangan di polisi pun sudah dicabut orang tua anak itu. ‎

    TRI SUSANTO SETIAWAN | IMAM HAMDI

    BACA JUGA
    Bejat, Ini Korban Lain Pria Cabul Penghina Jokowi
    Penghina Presiden Ungkap Alasan Cabuli Anak Kecil


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.