Khofifah Minta Warga Desa yang Urbanisasi Berbekal Kemampuan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat memberikan akta kelahiran kepada anak jalanan di Gelanggang Stadion Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat memberikan akta kelahiran kepada anak jalanan di Gelanggang Stadion Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.COJakarta - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan urbanisasi terjadi karena masyarakat daerah terdorong mencari kesejahteraan di kota. Informasi mengenai kota, menurut dia, didapat dari orang kota yang datang ke desa, seperti saat mudik Lebaran. 

    "Teori push and pull akan berlaku. Sukses di kota akan terinformasikan kepada masyarakat desa dan jadi sumber inspirasi mereka (ke kota)," ujar Khofifah saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Selasa, 12 Juli 2016.

    Meskipun begitu, Khofifah berpendapat sumber kesejahteraan tak hanya berada di perkotaan. "Sekarang mungkin 80 persen uang beredar di Jakarta, orang memang berangkat ke Jakarta dan kota besar lainnya." 

    Urbanisasi, ujar dia, dikhawatirkan akan berujung pada munculnya masyarakat dari daerah yang menggelandang karena gagal bersaing di kota besar seperti Jakarta. 

    "Di DKI ini sampai ada tiga panti psikotik untuk mereka yang sakit psikis lantaran kecewa terhadap harapan mendapat pekerjaan di ibu kota," tuturnya.

    Khofifah mengingatkan perlunya persiapan bagi warga daerah yang ingin menjajal kerasnya kehidupan kota besar. "Yang punya skill silakan, yang tak punya kursus dulu sebelum ke kota."

    Menteri perempuan kelahiran Surabaya 19 Mei 1965 ini menekankan perlunya penguatan sumber daya manusia di desa untuk pendampingan masyarakat yang akan berangkat ke kota. Hal itu, menurut dia, bisa didukung oleh kegiatan level universitas. 

    "Hari ini dana desa cukup besar, harus diimbangi dengan kinerja sumber daya manusia kampus, bisa memberi pendampingan ke desa-desa supaya mereka (masyarakat desa) dapat injeksi," katanya.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.