Jessica Sangkal Bertengkar dan Sakit Hati pada Mirna  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jessica Kumala Wongso terdakwa kasus pembunuhan terhadap Wayan Mirna Salihin saat menjalani sidang dengan agenda pembacaan putusan sela di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 28 Juni 2016. Sebelumnya, pihak kuasa hukum Jessica mengajukan nota keberatan (eksepsi) yang membeberkan keberatan dan kejanggalan atas dakwaan terhadap kliennya yang menurut mereka telah lolos uji kebohongan. TEMPO/Subekti

    Jessica Kumala Wongso terdakwa kasus pembunuhan terhadap Wayan Mirna Salihin saat menjalani sidang dengan agenda pembacaan putusan sela di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 28 Juni 2016. Sebelumnya, pihak kuasa hukum Jessica mengajukan nota keberatan (eksepsi) yang membeberkan keberatan dan kejanggalan atas dakwaan terhadap kliennya yang menurut mereka telah lolos uji kebohongan. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Jessica Kumala Wongso menyatakan keberatannya atas kesaksian Arief Soemarko, suami Wayan Mirna Salihin. Salah satu keberatannya mengenai pencarian di Internet.

    "Pertama masalah google di perjalanan tidak benar. Lalu mengenai tenang-tenang saja waktu disuruh cari security itu tidak benar, saya berusaha sebisa saya," kata Jessica dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa, 12 Juli 2016.

    Jessica juga mengungkapkan bahwa hubungan pertemanannya dengan Mirna selama ini baik-baik saja. Bertolak belakang dengan pernyataan Arief yang menyebutkan hubungan keduanya sempat tidak baik setelah Mirna menasihati Jessica soal pacarnya. "Tidak ada pertengkaran dengan Mirna. Saya tidak pernah sakit hati karena tidak pernah ada apa-apa," ujarnya.

    Dalam pemeriksaan saksi, Arief menyatakan di tengah perjalanan mengantar Mirna ke Rumah Sakit Abdi Waluyo, Hani meminta Jessica untuk melakukan pencarian melalui Google. "Hani ngomong, tolong dong siapa, Jess, google-in dong. Kenapa kok ini keluar busa kejang-kejang?" kata Arief menirukan ucapan Hani.

    Arief menyebut, saat itu Jessica mengaku tidak memiliki (kuota) data, sehingga tidak memenuhi permintaan Hani. "Tapi kok bisa WhatsApp-an? Di jalan saya enggak mungkin bisa google-an," ujar Arief.

    Menurut Arief, Hani lebih aktif ketimbang Jessica yang diam saja selama di perjalanan, seperti meminta tisu kepadanya untuk mengelap busa yang keluar dari mulut Mirna. Bahkan, kata dia, tidak tampak raut wajah panik Jessica saat itu. "Raut wajah panik dan diam berbeda. Lihat muka Hani saja saya tahu dia panik. Sedangkan dia (Jessica) datar, enggak seperti orang panik," tuturnya.

    Setibanya di Rumah Sakit Abdi Waluyo, mobil Arief harus menunggu antrean. Dia sempat melihat ada petugas keamanan sedang membantu orang tua. Lantas Arief meminta Jessica turun dari mobil dan mencari petugas keamanan itu. Namun akhirnya Arief yang berteriak dari kaca mobil dan memanggil petugas. "Dengan santai dia (Jessica) keluar lihat kanan-kiri enggak peduli itu security-nya," ucap Arief.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.