Eksekusi Jilid III terhadap Terpidana Mati Sudah Siap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaksa Agung HM Prasetyo dalam paparannya saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 21 April 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Jaksa Agung HM Prasetyo dalam paparannya saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 21 April 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengatakan persiapan pelaksanaan eksekusi hukuman mati gelombang ketiga sudah kelar. Sekarang, dia mengatakan hanya perlu menunggu status hukum terpidana mati seperti gembong narkotik Freddy Budiman. "Persiapan kan sudah dari awal tahun. Secara kebijakan juga enggak ada masalah," ujarnya di kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 11 Juli 2016.

    Dalam rapat kerja di Dewan Perwakilan Rakyat beberapa pekan lalu, Kejaksaan Agung menyatakan akan mengeksekusi vonis sejumlah terpidana mati. Jadwalnya sudah ditetapkan setelah Idul Fitri. Ada 13 terpidana mati yang akan dieksekusi. Mereka adalah terpidana kasus narkotik. Sebagian dari mereka sudah dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah—lokasi eksekusi.

    Menurut Prasetyo, ada sejumlah terpidana yang merupakan warga negara asing yang bakal dieksekusi mati. Namun ia tak mau menyebutkan nama terpidana tersebut. "Biasa, ada protes dari luar (negeri asal terpidana). Kami perhatikan protesnya, tapi kami junjung kedaulatan hukum," ucapnya.

    Terpidana mati asal luar negeri yang batal dieksekusi pada gelombang kedua salah satunya Mary Jane Veloso asal Filipina. Mary Jane tertangkap basah menyelundupkan narkotik di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta. Terpidana lain adalah Serge Atlaoui asal Prancis. Serge terlibat kasus pabrik ekstasi di Cikande, Tangerang, pada 2005.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.