Lebaran, Inflasi Yogyakarta Rendah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konsumen membeli daging ayam dengan harganya yang naik kembali menjadi Rp 42.000 per kg, tiga jam sebelum para pedagang ayam mogok berjualan di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, 20 Agustus 2015. Sejumlah pedagang ayam di daerah Jawa Barat sepakat mogok berdagang beberapa hari setelah harga ayam terus meroket sepanjang Agustus. TEMPO/Prima Mulia

    Konsumen membeli daging ayam dengan harganya yang naik kembali menjadi Rp 42.000 per kg, tiga jam sebelum para pedagang ayam mogok berjualan di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, 20 Agustus 2015. Sejumlah pedagang ayam di daerah Jawa Barat sepakat mogok berdagang beberapa hari setelah harga ayam terus meroket sepanjang Agustus. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COYogyakarta - Bank Indonesia Yogyakarta menyatakan pertumbuhan inflasi pada Lebaran ini paling rendah dibanding periode yang sama dalam tiga tahun terakhir.

    Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta Arif Budi Santosa menyatakan pertumbuhan inflasi saat ini hanya 0,44 persen. “Khusus saat Ramadan saja. Inflasi kali ini terendah, atau lebih tepatnya paling terkendali,” kata Arif yang ditemui di sela Syawalan di Balai Kota Yogyakarta, Senin, 11 Juli 2016.

    Pada Ramadan 2013, inflasi sebesar 0,87 persen. Kemudian pada 2014, tercatat 0,85 persen. Adapun pada Ramadan 2015 sebesar 0,63 persen.

    Meskipun inflasi terendah dalam tiga tahun terakhir, Arif mengakui ada kenaikan harga cukup signifikan di sejumlah komoditas, seperti cabai, bawang, dan daging ayam. Namun ia tak setuju jika kenaikan itu lantas disebut gejolak. “Kenaikan harga karena kebetulan bukan musimnya,” ujar Arif. 

    Misalnya saja untuk cabai dan bawang merah yang di sejumlah daerah pemasok gagal panen akibat cuaca dan mengganggu distribusi pasokan ke DIY. “Jadi yang terjadi bukan gejolak. Namun relatif stabil tinggi,” kata Arif. Tembusnya harga daging ayam di atas Rp 40 ribu di Kota Yogyakarta dan daerah lain, BI Yogyakarta menilai dalam kategori wajar.

    Meski tak ada patokan berapa harga wajar dan tak wajar, Arif menegaskan, harga normal ayam hidup Rp 17 ribu dan harga dagingnya saat normal di kisaran 1,5 kali lipat atau antara Rp 25-26 ribu per kilogram.

    Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti meminta pelaku usaha kecil sampai besar tidak aji mumpung sehingga mengambil keuntungan sebesar-besarnya. “Apalagi potensi kunjungan wisatawan pasca-libur Lebaran kemungkinan masih berlangsung sampai pekan ini. Sebab, siswa sekolah baru aktif per 18 Juli,” kata Haryadi.

    Harga daging ayam sebelum Lebaran mencapai Rp 43 ribu per kilogram dan saat ini masih sekitar Rp 40 ribu per kilogram. “Pedagang sudah mendapat harga tinggi dari tangan kedua, sebesar Rp 25 ribu per kilogram. Akhirnya jatuh ke konsumen juga tinggi,” ujar Suparjo, pedagang daging ayam di Pasar Gading Yogyakarta. 

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.