Ini Titik Macet Arus Mudik dan Arus Balik 2016

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sampah berserakan di antara kemacetan di arah keluar pintu tol Pejagan, di H-2 Lebaran, Jawa Tengah, 4 Juli 2016. Selama belasan jam terjebak di tol membuat pemudik menghabiskan banyak makanan dan membuang kemasannya di tol. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

    Sampah berserakan di antara kemacetan di arah keluar pintu tol Pejagan, di H-2 Lebaran, Jawa Tengah, 4 Juli 2016. Selama belasan jam terjebak di tol membuat pemudik menghabiskan banyak makanan dan membuang kemasannya di tol. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar menjelaskan beberapa simpul kemacetan yang menjadi masalah selama libur lebaran tahun ini. "Pada arus mudik, tiga titik terparah ada di pintu tol keluar Brebes Timur, Simpang Nagrek, dan juga Tegal," katanya saat dihubungi Minggu 10 Juli 2016.

    Boy mengatakan Brebes Timur yang paling parah karena di pintu pembayaran tol itu pada H-2 lebaran, yang merupakan puncak arus mudik, mobil mobil benar-benar berhenti dan tidak bergerak sama sekali. "Antrean di Brebes itu mencapai 12 kilometer," katanya. 

    Masalah terhambatnya Brebes Timur juga berimplikasi pada macet di Jalan Utama di Tegal. "Kemacetan di Tegal itu dampak penumpukan arus di pintu keluar Brebes Timur," katanya. Walau begitu, menurut Boy, kemacetan di Tegal tidak separah di pintu keluar Brebes Timur di mana mobil tidak bergerak sama sekali. "Kalau di Tegal, padat, tapi tetap jalan," lanjutnya.

    Pada simpang Nagrek, kata Boy, mobil-mobil pun padat pada Senin atau H-2 lebaran. Namun menurut Boy, di simpang Nagrek, masyarakat hanya mengalami perlambatan saja. 

    Berbeda dengan pada keberangkatan arus mudik, Boy mengatakan kondisi arus balik tidak ada kejadian di mana mobil sampai benar-benar berhenti. "Umumnya arus balik ramai tapi lancar," katanya. 

    Simpul simpul kepadatan, kata Boy, terlihat di beberapa pintu masuk tol seperti Cileunyi, Brebes, juga Cikarang Utama. Kepadatan terjadi karena kewajiban masyarakat harus membayar uang tol di pintu pintu itu. "Yang padat di Cileunyi, kebanyakan arus balik datang dari Nagrek," katanya. 

    Pada jalur non tol, kata Boy, daerah Ajibarang pun sempat mengalami kepadatan saat arus balik. Di daerah itu, menurut Boy, banyak sekali kendaraan yang datang dari Cirebon dan terhambat di Simpang Jomin. Rata-rata antrian kepadatan jalur arus balik mencapai 1-2 kilometer. "Puncak arus balik, kami nilai terjadi pada hari ini," kata Boy. 

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RZWP3K

    Sebanyak 21 provinsi telah menerbitkan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang dianggap tak berpihak pada nelayan.