Istana Benarkan Gories Mere dan Diaz Akan Jadi Stafsus Baru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan), bersama Johan Budi Sapto Pribowo menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, 12 Januari 2016. Joko Widodo menyampaikan kepada wartawan, meminta Johan Budi  sebagai juru bicara Presiden. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo (kanan), bersama Johan Budi Sapto Pribowo menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, 12 Januari 2016. Joko Widodo menyampaikan kepada wartawan, meminta Johan Budi sebagai juru bicara Presiden. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Istana Kepresidenan Johan Budi Sapto Pribowo membenarkan kabar soal kabar Presiden Joko Widodo akan melantik dua staf khusus baru. Mereka yang akan menjadi stafsus baru itu adalah mantan Kepala BNN dan Kepala Densus 88 Komjen (Purn) Gories Mere dan Diaz Hendropriyono.

    "Ya, saya membenarkan akan ada dua staf khusus baru," ujar Johan saat dihubungi Tempo, Minggu, 10 Juli 2016.

    Johan tidak menyebutkan kapan pelantikan dua staf khusus baru tersebut dan posisi apa yang akan diisi keduanya. Berdasarkan keterangan yang didapat dari sumber Tempo, Gories akan mengisi posisi Staf Khusus Bidang Intelijen dan Keamanan sementara Diaz mengisi posisi Staf Khusus Bidang Sosial.

    Pelantikannya sendiri, menurut info yang diterima Tempo, diperkirakan berlangsung pekan depan. Sejauh ini, pelantikan yang dipastikan akan berlangsung pekan depan baru pelantikan Komisaris Jenderal Tito Karnavian menjadi Kapolri di mana berlangsung pada tanggal 12 Juli 2016 nanti.

    Presiden Jokowi saat ini sudah memiliki 4 staf khusus yakni Ari Dwipayana, Sukardi Rinakit, Lenis Kogoya dan Johan Budi yang juga merangkap sebagai juru bicara. Dengan datangnya dua stafsus baru, berarti Presiden Joko Widodo akan didampingi 6 staf khusus.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.