Tahun Depan, Profesional Jerman Siap Latih Guru dan Siswa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menghadiri acara open house BJ. Habibie di Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, 6 Juli 2016. TEMPO/Rezki

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menghadiri acara open house BJ. Habibie di Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, 6 Juli 2016. TEMPO/Rezki

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan berjanji, akan ada tenaga ahli dari Jerman yang ikut melatih guru dan siswa di sekolah Indonesia. Saat ini, pihaknya tengah menginventarisasi bidang-bidang saja yang dibutuhkan sekolah terkait dengan rencana ini.

    “Kami beresin dulu sekarang, mungkin tahun depan baru kami jalankan,” kata Anies kepada Tempo di rumah dinas Widya Chandra, Jakarta, Ahad 10 Juli 2016.

    Para profesional Jerman itu akan mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa dan guru. Anies mengatakan pemerintah bekerja sama dengan Senior Experten Service (SES), organisasi pensiunan profesional Jerman, akan menyiapkan tenaga ahli tersebut. Mereka siap mengirimkan ratusan pendidik profesional untuk mengajar di Indonesia. Mereka rencananya masuk ke sekolah-sekolah, termasuk sekolah menengah kejuruan berbagai jurusan. Anies mengklaim, para profesional Jerman sudah ahli di berbagai bidang keilmuan.

    Selain mengkaji bidang apa saja yang dibutuhkan pengajar dan pelajar Indonesia, pemerintah akan menyeleksi SMK yang akan diampu para tenaga profesional dari Jerman. Anies mengatakan diutuhkan waktu untuk tahap seleksi menentukan kesiapan siswa menerima pengajar dari Jerman.

    Menurut Anies, akan ada transfer pengetahuan saat program berlangsung. Ia pun memprediksi industri berubah dalam waktu 10 tahun ke depan. Ia berharap, program ini membuat siswa menjadi seorang pembelajar. Proses penyiapan pembelajar bagi anak-anak akan membuat mereka trampil dan terus belajar. “Mereka tahu bagaimana caranya belajar sambil bekerja, harapannya di situ,” tuturnya.

    Anies mengatakan program ini baru pertama kali dijalankan di Indonesia. Selain menyumbangkan ilmu kepada masyarakat Indonesia, para pengajar dari Jerman bisa mengambil manfaat berupa investasi hubungan yang semakin baik di masa mendatang. Anies ingin program ini berlanjut di tahun berikutnya.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.