Arus Balik, Antrian Panjang Terjadi di Pantura Cirebon

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrean ribuan kendaraan pemudik yang terjebak kemacetan di Jalan Pantura, Cirebon, Jawa Barat, 4 Juli 2016. ANTARA/M Agung Rajasa

    Antrean ribuan kendaraan pemudik yang terjebak kemacetan di Jalan Pantura, Cirebon, Jawa Barat, 4 Juli 2016. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Cirebon - Kepadatan lalu lintas mulai terlihat di pantura Cirebon. Antrean  terjadi di sejumlah titik.

    Berdasarkan pantauan, Ahad 10 Juli 2016 antrean pada  arus balik terlihat sejak lepas Kedawung hingga Weru, Kabupaten Cirebon sepanjang lebih kurang 2 kilometer.

    Antrean terjadi karena  jalan yang sempit tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang tumpah ruah. Selain itu banyaknya toko-toko kecil yang menjual oleh-oleh khas Cirebon turut memicu terjadinya  antrean yang panjang. Pemudik banyak yang berhenti untuk membeli oleh-oleh saat parkir di bahu jalan.

    Selepas Weru, kendaraan sudah bisa berjalan dengan lancar kembali. Namun antrean kendaraan kembali terjadi sekitar 1 kilometer menjelang perempatan Palimanan. Penyebabnya karena adanya aktivitas di Pasar Minggu, Palimanan.

    Sementara itu dari perempatan Palimanan polisi mematikan lampu lalu lintas. "Kami melakukan pengaturan lalu lintas secara manual," kata Wakapolres Cirebon, Kompol Eka Yekti, saat ditemui di pos Palimanan.

    Pengaturan lalu lintas secara manual sudah dilakukan sejak Sabtu,9 Juli 2016 lalu. "Jika tidak manual, antrian tidak akan terurai," kata Eka.

    Eka menambahkansejak Sabtu malam arus lalu lintas sudah sangat ramai. Ada pengalihan di sejumlah jalur, dari Kedawung dialihkan ke Sumber lalu masuk lagi ke Pantura tepatnya di Palimanan pada sore hari. Kendaraan, terutama motor, tidak bisa dimasukkan ke jalur tengah Pantura Kapetakan-Karangampel, karena di malam hari jalur tersebut rawan tindak kriminalitas.

    Selanjutnya arus balik, baik di Pantura maupun tol diprediksi mencapai puncaknya hingga Ahad  malam.  

    IVANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.