Arus Balik Lebaran 2016, KPAI: 4 Hal Ini Harus Diperhatikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik mengangkut barangnya saat tiba di Stasiun Senen, Jakarta, 9 Juli 2016. Hari ini mulai memasuki arus balik libur Idul Fitri 1437 H. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Pemudik mengangkut barangnya saat tiba di Stasiun Senen, Jakarta, 9 Juli 2016. Hari ini mulai memasuki arus balik libur Idul Fitri 1437 H. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengatakan ada empat hal yang harus diperhatikan terkait arus urbanisasi saat balik lebaran 2016 ini. Sebab, saat balik lebaran, banyak pemudik yang kembali dengan membawa keluarga maupun kerabatnya untuk mengadu nasib di kota besar. "Pastikan keluarga yang mengadu nasib memiliki skill memadai," kata Susanto dalam keterangan tertulis, Ahad, 10 Juli 2016.

    Menurut Susanto, kemampuan memadai itu diperlukan agar tak menimbulkan masalah baru. Tingginya kasus penelantaran, eksploitasi anak dan anak jalanan di kota besar, merupakan salah satu pemicu meningkatnya angka pengangguran.

    Kedua, bagi keluarga di kota besar yang membutuhkan tenaga pengasuh, sebaiknya memilih pekerja yang memilki keterampilan pengasuhan dan kepribadian yang ramah anak. "Kurang selektif merekrut tenaga pengasuh berpotensi menjadi pelaku kekerasan, trafficking, penculikan dan kejahatan terhadap anak," ucapnya.

    Hal ketiga yang perlu diperhatikan yaitu tingkat kebutuhan pekerja rumah tangga di kota besar cukup tinggi. Karena itu, para keluarga di kota harus memperhatikan rekam jejak pekerja yang bersangkutan. "Tak sedikit kasus kejahatan terhadap anak itu pelakunya berasal dari pembantu rumah tangga," ujarnya.

    Terakhir, kata Susanto, bagi para pendatang baru, harus dipastikan telah memiliki calon tempat tinggal yang aman dan sehat untuk anak. Sebab, banyak keluarga yang mengadu nasib di Jakarta akhirnya terpaksa tinggal di area yang berbahaya bagi anak. "Seperti di pinggiran sungai, kolong jembatan, gubuk liar, dan pemukiman kumuh. Kondisi ini tentu berpotensi memicu kompleksitas masalah anak," tuturnya.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.