Bus Terguling di Cimahi Ternyata Angkut Wisatawan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. TEMPO/Arif Wibowo

    Ilustrasi. TEMPO/Arif Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta -- Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus menyampaikan kecelakaan bus sewaan yang mengalami kecelakaan di Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat sore, bukan pemudik tetapi membawa wisatawan asal Karawang yang usai berwisata ke Curug Cimahi.

    "Bis itu merupakan bis carteran wisata, para penumpang asal Karawang," kata Yusri kepada Antara melalui telepon seluler, Jumat malam.

    Ia menuturkan penumpang bus tersebut usai berwisata ke Curug Cimahi, Kabupaten Bandung Barat.

    Ketika melintasi Jalan Kolonel Masturi Km 4, Kelurahan Cipageran, Kec Cimahi Utara, bus diduga mengalami rem blong hingga akhirnya terguling.

    "Setelah wisata ke Curug Cimahi, saat pulang terjadi laka lantas," katanya.

    Kecelakaan Bus Parahyangan Nomor Polisi T 7035 DL tersebut melibatkan kendaraan lainnya yakni mobil Suzuki Katana nomor polisi E 1543 KY dan Kijang Kapsul nomor polisi B 7148 D serta dua kendaraan sepeda motor yang melaju dari arah Cimahi.

    Akibat kejadian itu dilaporkan ada sembilan orang termasuk sopir bus meninggal dunia, tujuh orang meninggal dunia di lokasi kejadian, dan dua orang di Rumah Sakit Cibabat.

    Sedangkan korban luka ringan dan luka berat masih dilakukan pendataan sambil mendapatkan penanganan medis.

    Kepolisian masih melakukan identifikasi untuk mengetahui pihak korban yang meninggal dunia dari penumpang bus atau kendaraan lainnya.

    Sebelumnya, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di jalur alternatif menghubungkan Kota Cimahi dengan Kabupaten Bandung Barat.

    Peristiwa itu bermula ketika bus melaju dari arah Cisarua, Bandung Barat menuju Cimahi diduga mengalami rem blong.

    Bus tersebut oleng ke kiri lalu menabrak pembatas Perumahan The Orchard dan bengkel tambal ban hingga akhirnya terguling dan menabrak kendaraan lain.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.