Ketua KPU Wafat, Presiden Jokowi Sampaikan Duka Cita

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut dua, Joko Widodo dan Jusuf Kalla menerima berkas keputusan rekapitulasi hasil perhitungan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) dari Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Husni Kamil Manik, di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa 22 Juli 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut dua, Joko Widodo dan Jusuf Kalla menerima berkas keputusan rekapitulasi hasil perhitungan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) dari Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Husni Kamil Manik, di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa 22 Juli 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik. Menurut presiden, Husni dikenal sosok berintegritas tinggi dan sederhana.

    "Saya melihat beliau sangat bekerja keras," kata Presiden Jokowi dalam siaran pers yang diterima Tempo, Jumat, 8 Juli 2016. Ia menambahkan integritas Husni tampak dalam penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serentak pada Desember 2015.

    Husni Kamil Manik wafat di usia yang hampir menginjak 41 tahun. Almarhum menghembuskan nafas terakhir usai mendapat perawatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina Kamis malam, 7 Juli 2016. Jenazah dimakamkan hari ini di tempat pemakaman umum Jeruk Purut, Jakarta Selatan.

    Kakak kandung Husni, Muhammad Arfanuddin Manik mengatakan almarhum menghembuskan nafas terakhir akibat infeksi. Husni mulanya diketahui menderita abses atau peradangan akibat bisul. Abses itu, kata dia, tidak pecah, tapi makin lama makin melebar.

    Hal tersebut baru diketahui setelah Husni masuk rumah sakit. Arfanuddin berkata adiknya tidak pernah mengeluhkan penyakitnya tersebut. "Ternyata sudah meradang sampai perut," ucapnya. 

    ADITYA BUDIMAN | AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.