Ketua KPU Meninggal, Setya Novanto: Beliau Pemimpin Berani

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Husni Kamil Manik, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Husni Kamil Manik, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto mengenang sosok Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik sebagai pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab. Novanto pun menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya Husni.

    Menurut Novanto, Husni sosok pemberani dan tegas dalam mengambil keputusan untuk kepentingan rakyat dan negara. "Meski keputusan tersebut terkadang tidak populis atau ditentang oleh pihak atau kelompok tertentu," ujar dia, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 7 Juli 2016.

    Novanto mengaku mengagumi sosok Husni. Dia terkejut mendengar kabar meninggalnya Husni Kamis malam sekitar pukul 21.07 WIB. Sebab, Novanto sebelumnya tak pernah mendengar ada riwayat penyakit yanv diderita Husni.

    "Beliau selama ini memang tidak pernah mengeluh apapun dan tentang apapun, termasuk kondisi kesehatannya kepada sahabat-sahabatnya," katanya.

    Novanto mengenang Husni sebagai pemimpin yang inspiratif dan komunikatif dengan kepribadian yang sederhana dan bersahaja. "Sehingga siapa pun akan senang dan nyaman jika dekat atau berteman dengannya."

    Dia menyatakan baru mendengar kabar meninggalnya Husni dari sahabat serta pemberitaan di media. "Beliau orang baik dan Allah sangat menyayangi orang-orang baik," ujar Novanto.

    Husni Kamil Manik meninggal di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Kamis malam. Belum diketahui pasti penyebab meninggalnya Husni. Dia dikabarkan tengah sakit dan menjalani perawatan di RSPP siang tadi.

    Husni telah menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum sejak 12 April 2012.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kecelakaan Tol Cipali Dipicu Bus yang Supirnya Diserang Penumpang

    Kecelakanan Tol Cipali melibatkan empat kendaraan beruntun di kilometer 150, Senin dinihari, 17 Juni 2019 dipicu serangan penumpang pada supir.