Macet Mudik, Kakorlantas Diminta Mundur, Ini Respons Polri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar. ANTARA/Reno Esnir

    Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, mengatakan Korps Lalu Lintas telah bekerja keras untuk memberikan pelayanan terbaik dalam mengatur jalur mudik pada 2016. Namun, ia mengatakan pihaknya mengalami kendala akibat  keterbatasan sarana jalan sehingga kemacetan masih terjadi di Jalan Tol Brebes Timur selama arus mudik lebaran tahun ini.

    "Jajaran lalu lintas dan seluruh instansi terkait telah bekerja keras memberi pelayanan terbaik. Tapi kami juga melihat keterbatasan sarana jalan yang sebetulnya, dibarengi dengan lonjakan angka arus mudik," kata Boy saat dihubungi di Jakarta, Kamis 7 Juli 2016.

    Sebelumnya, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane, meyoroti peran Korps Lalu Lintas Mabes Polri dan Kepolisian Daerah Jawa Tengah dalam menangani masalah kemacetan di jalur Tol Brebes Timur. Menurut Neta, kemacetan tersebut adalah kejadian kedua  setelah sebelumnya terjadi pada masa libur Natal pada Desember 2015.

    Boy mengatakan kemacetan pada musim mudik kali ini terjadi karena volume kendaraan semakin meningkat dengan banyaknya pemudik yang menggunakan jalan Tol Cipali. Dengan volume kendaraan yang membludak, dia menyayangkan kondisi jalan tol yang ada dinilai yang belum memadai. "Saya pikir kami fokus bekerja saja. Kami anggap biasa saja (komentar itu), tapi kami coba berikan yang terbaik," ujar Boy.

    Kemacetan parah terjadi di jalan tol Brebes Timur pada musim mudik tahun ini. Kemacetan terjadi sejak awal pekan masa libur lebaran. Dikabarkan ada 11 orang meninggal dunia akibat berbagai penyakit, di sepanjang jalur tol Brebes itu.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.