Rabu, 23 Mei 2018

Ribuan Kendaraan Terjebak di Jalur Wisata Cirebon-Kuningan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kemacetan lalu lintas. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Ilustrasi kemacetan lalu lintas. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Kuningan - Ribuan kendaraan yang melintasi jalur wisata Linggarjati dan Sangkanurip terjebak antrean sepanjang 15 kilometer dari arah Cirebon ke Kuningan dan sebaliknya. Antrean ini terlihat di hari kedua Lebaran, Kamis, 7 Juli 2016, dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB, masih terlihat padat.

    Pantauan Tempo, dari arah Kuningan sejak daerah Jalaksana sudah padat. Laju kendaraan 5-10 kilometer per jam karena terjebak macet di pintu keluar-masuk obyek wisata Cibulan. Jarak dari belokan Cibulan ke perempatan Linggarjati sekitar 8,2 kilometer yang pada hari biasa bisa ditempuh 15-20 menit, hari ini melar sampai 70 menit.

    Sebelum memasuki perempatan Linggarjati, arus kendaraan terhambat di pintu Sangkan Waterpark (wisata waterboom) dan perempatan Sangkanurip (obyek wisata kolam air panas). Kepadatan arus kendaraan membuat sepeda motor pun sulit bergerak. Polisi yang sudah menempatkan diri di sejumlah titik obyek wisata tidak bisa berbuat banyak.

    “Pengendara motor yang tidak disiplin dan tidak punya etika berkendara sering menyerobot jalan lawan dan belok seenaknya,” kata Yayat Hidayat, pemudik dari Jakarta yang membawa keluarganya berwisata ke Linggarjati.

    Jalur Kuningan-Cirebon setiap Lebaran tidak bisa menghindari kemacetan, jalur sepanjang 35 kilometer ini melintasi beberapa obyek wisata, yakni Linggarjati, Sangkanurip, Cibulan, Balong Dalem, Sidomba, Curug Cidomba, dan Kebun Raya Kuningan melalui Caracas.

    Setiap Lebaran atau liburan panjang selalu terjadi antrean ribuan kendaraan di jalur ini. Diperkirakan dalam sehari ada sekitar 50 ribu wisatawan yang mendatangi obyek wisata tersebut.

    Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Cirebon Ajun Komisaris Subana membenarkan kabar adanya kepadatan arus lalu lintas di jalur Kuningan-Cirebon. Dia juga mengakui terlambat mengantisipasi dengan tidak menempatkan anggotanya di setiap titik kemacetan.

    “Memang sejak pagi kendaraan padat merayap terutama di daerah obyek wisata, tapi menjelang sore kendaraan mulai terurai,” katanya mengklaim.

    DEFFAN PURNAMA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.