DPR: Pembahasan RUU Terorisme Akan Dipercepat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi DPR. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Ilustrasi DPR. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Panitia Khusus Revisi Undang-Undang Tindak Pidana Terorisme, Arsul Sani, mengatakan pihaknya bakal mempercepat pembahasan RUU Terorisme. Namun, ia menegaskan percepatan itu tidak akan berpengaruh pada percepatan target pembahasan.

    "Harus dipahami kalau dipercepat dalam intensitas, pembahasan akan makin tinggi. Tetapi kalau dipercepat dalam arti target harus selesai, akan dipengaruhi sikap pemerintah," kata Arsul yang juga politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) saat dihubungi di Jakarta, Kamis, 7 Juli 2016.

    Arsul mengatakan pihaknya masih akan menerima masukan dari kelompok masyarakat dalam menyusun Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) dalam RUU Terorisme tersebut. DIM ini, kata dia, akan diserahkan kepada pemerintah. "Tinggal nanti pemerintah longgar atau tidak untuk menerima masukan," kata anggota Komisi Hukum tersebut. DIM tersebut, ujar dia, rencananya akan diberikan kepada pemerintah akhir Juli 2016.

    Ia mencontohkan beberapa masukan dari masyarakat, seperti perpanjangan masa penangkapan dan penahanan terduga teroris yang berkaitan dengan perluasan wewenang penegak hukum. Menurut dia, perluasan wewenang penegak hukum tersebut belum memiliki batasan. "Kalau masukan masyarakat diakomodasi, itu akan cepat. Tapi kalau pemerintah tertahan, belum tentu cepat," ujar dia.

    Sebelumnya Ketua DPR Ade Komarudin menilai peristiwa pengeboman Markas Polres Kota Surakarta, Selasa lalu, adalah momen untuk kembali pembahasan Undang-Undang Terorisme. Ia mendesak agar pembahasan pada tingkat pansus dan fraksi, dapat segera diselesaikan.

    Menurut Akom, begitu sapaan akrabnya, UU Terorisme perlu diperkuat dan dievaluasi. Dengan revisi UU Terorisme, kata dia, polisi bisa langsung menindak perencanaan teror sebelum aksi kekerasan itu dilakukan.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.