Mesin Genset Gajayana Terbakar, Kereta ke Jakarta Telat 30 Menit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta api eksekutif Gajayana. TEMPO/Fully Syafi

    Kereta api eksekutif Gajayana. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Mesin genset di gerbong pembangkit Kereta Api Gajayana rute Malang-Gambir (Jakarta) terbakar saat berada di Stasiun Blitar, Jawa Timur, mengakibatkan jadwal kereta menjadi terlambat hingga lebih dari 30 menit.

    "Itu di gerbong pembangkit, jadi genset mengalami panas mesin sehingga mengeluarkan asap," kata Kepala Stasiun Blitar Fajar Wahyudi di Kota Blitar, Kamis, 7 Juli 2016.

    Ia mengatakan kejadian genset yang mengalami panas mesin itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, saat kereta hendak berangkat menuju Jakarta.

    Sesuai dengan jadwal, seharusnya kereta berangkat ke Stasiun Gambir, Jakarta, pukul 15.15 WIB. Namun, karena musibah itu perjalanan kereta menjadi terkendala. Kereta terpaksa berangkat molor hingga lebih dari 30 menit, tepatnya pukul 15.48 WIB.

    Fajar menyebut, insiden itu tidak sampai berpengaruh pada gerbong kereta, sebab petugas langsung mematikan genset yang mengalami panas mesin itu dengan alat pemadam kebakaran.

    Tidak berapa lama, genset tersebut bisa ditangani, dan asap tidak lagi keluar. Mesin pun menjadi dingin, dan setelah dinyatakan aman kereta bisa melaju kembali.

    "Tidak ada efek yang lebih lanjut. Tadi, setelah genset mengeluarkan asap, langsung disemprot dengan alat pemadam dan selesai. Petugas juga sudah memastikan aman, jadi bisa berangkat lagi," paparnya.

    Apa penyebab genset mengalami panas mesin itu, Fajar mengatakan tim masih melakukan penyelidikan. Namun, pengawasan akan terus dilakukan, dan nantinya di setiap stasiun akan dilakukan cek ulang guna memastikan tingkat keamanan genset itu.

    "Penyebabnya masih kami selidiki, karena itu masalah teknis. Yang jelas, kami juga berupaya melakukan pencegahan, jadi nanti di stasiun berikut akan dilakukan cek ulang," katanya.

    Sedangkan terkait dengan jumlah penumpang kereta api yang naik lewat Stasiun Kediri, Fajar menyebutkan sudah mulai ada peningkatan untuk arus balik. Rata-rata, saat hari normal, di Stasiun Blitar ada sekitar 800 penumpang, saat ini diperkirakan ada sekitar 900 penumpang.

    Walaupun sudah ada peningkatan penumpang untuk arus balik, hal itu masih belum puncak Lebaran. Dimungkinkan, puncak arus Lebaran di Stasiun Kereta Api Blitar pada 8-10 Juli 2016 dengan berbagai tujuan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.