Puncak Arus Balik Lebaran di Jalan Tol Cileunyi Diprediksi H+3

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepadatan Arus Balik di Cileunyi Mulai Terurai

    Kepadatan Arus Balik di Cileunyi Mulai Terurai

    TEMPO.CO, Jakarta - Puncak arus balik Lebaran 1437 Hijriah di gerbang jalan tol Cileunyi kemungkinan bakal terjadi pada H+3 seusai Lebaran, Minggu, 10 Juli 2016. Hal itu diungkapkan Manajer Arus Lalu Lintas Tol Cileunyi, Cece Kosasih, saat ditemui Tempo di kantornya, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Kamis, 7 Juli 2016.

    "Prediksinya memang pada H+3, antara Sabtu atau Minggu nanti, tapi kenaikan volume kendaraan yang masuk tol Cileunyi kemungkinan akan mulai meningkat pada sore ini," ujar Cece.

    Guna mengantisipasi terjadinya kemacetan di pintu masuk jalan tol Cileunyi, Cece telah menginstruksikan petugas untuk melakukan sistem jemput kendaraan jika sudah mulai memasuki arus balik Lebaran. "Sistem jemput kendaraan itu akan memangkas waktu proses transaksi masuk tol," ucapnya.

    Cece mengatakan telah menambah petugas untuk melakukan jemput kendaraan di gerbang jalan tol Cileunyi pada arus balik Lebaran nanti. "Kita tambah tujuh petugas jemput kendaraan. Kalau sudah terlihat ada antrean sampai 100 meter kami petugas akan langsung bertindak membagikan tiket masuk tol secara manual," ucapnya.

    "Kami pun akan menambah pintu masuk tol dari tiga gardu menjadi lima gardu guna mengurai penumpukan kendaraan yang akan masuk tol, itu rekayasa lalu lintas yang akan kami terapkan," katanya.

    Menurut Cece, jumlah kendaraan yang memasuki gerbang jalan tol Cileunyi akan mengalami peningkatan sebesar 5 persen dari tahun sebelumnya. Hal itu, berdasarkan pada volume kendaraan saat arus mudik Lebaran kemarin yang juga mengalami kenaikan sekitar 7 persen.

    "Tahun kemarin puncaknya di H+3 sebesar 48 ribu unit kendaraan, jadi sama untuk prediksi tahun ini pada H+3 juga. Meski kendaraan banyak yang melalui jalur Cipali (Cikopo-Palimanan), tapi jumlah kendaraan yang melintasi tol Cileunyi tetap meningkat tiap tahunnya," kata Cece.

    AMINUDIN A.S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.