Presiden Jokowi Pulang Kampung ke Kragan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi bernostalgia di sungai tempatnya mandi saat kecil di Kali Anyar, Gilingan, Solo, Jateng, 13 September 2014. Jokowi sempat tinggal di tepi sungai tersebut selama beberapa tahun saat masih kecil. Tempo/Ahmad Rafiq

    Jokowi bernostalgia di sungai tempatnya mandi saat kecil di Kali Anyar, Gilingan, Solo, Jateng, 13 September 2014. Jokowi sempat tinggal di tepi sungai tersebut selama beberapa tahun saat masih kecil. Tempo/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Memasuki hari kedua Idul Fitri, Presiden Joko Widodo meluangkan waktu pulang kampung. Presiden bersilaturahmi ke tempat kelahiran ayahnya di Desa Kragan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

    Desa Kragan merupakan tempat tinggal almarhum kakek Joko Widodo, Wiro Miharjo. Di tempat ini Presiden menghabiskan masa kecilnya. Selain bertemu keluarga, Presiden juga bertatap muka dengan warga Kragan.

    Seperti biasa, Presiden Jokowi membagikan bahan pokok yang telah disiapkan. Sebanyak 1.000 paket dibagikan ke warga. Ikut mendampingi Bupati Karanganyar Juliyatmono.

    Dalam sambutannya, Presiden bercerita tentang masa kecilnya. “Saya hadir di sini, yang pertama kangen, kangen, kangen,” ucap Jokowi dalam rilis yang diterima Tempo, Kamis, 7 Juli 2016. Sewaktu masih sekolah, lanjut Jokowi, hampir setiap dua atau sepekan sekali dia pulang ke Kragan.

    Presiden juga mengingat-ingat kembali bagaimana dahulu usaha yang dia lakukan untuk bisa sampai di desa tersebut dari Solo. Menurut Jokowi, dia harus menggunakan perahu untuk menyeberangi Sungai Bengawan Solo agar sampai di sana. Ternyata, sampai saat ini pun warga Desa Kragan masih mengandalkan perahu untuk menyeberang.

    Ia meminta kepada warga untuk mengusulkan ke Bupati agar membangun jembatan. “Nanti dicek, dilihat oleh Pak Menteri PU. Kalau sudah dicek mestinya dikerjakan. Tapi jangan tergesa-gesa,” ucap Jokowi.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.