Andi Mallarangeng Tak Dapat Remisi: Dijalani Saja, Bersyukur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terpidana kasus korupsi wisma atlet, Andi Alfian Mallarangeng, salat Ied di Lapas Sukamiskin, Bandung. TEMPO/Dicky Zulfikar Nawazaki

    Terpidana kasus korupsi wisma atlet, Andi Alfian Mallarangeng, salat Ied di Lapas Sukamiskin, Bandung. TEMPO/Dicky Zulfikar Nawazaki

    TEMPO.CO, Bandung - Terpidana korupsi mega proyek Wisma Atlet Hambalang, Andy Alifian Mallarangeng, sudah tiga kali menjalankan salat Id di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IA Bandung, Sukamiskin, Jalan A.H. Nasution, Kota Bandung.

    "Ini untuk yang ketiga kalinya berlebaran di sini, (sudah) seperti Bang Toyib juga ini," ujar Andi sambil tertawa saat ditemui wartawan seusai salat Id di lapangan Lapas Sukamiskin, Kota Bandung, Jalan A.H. Nasution, Kota Bandung, Rabu, 6 Juli 2016.

    Disinggung masalah remisi, Andi mengatakan dia tidak mendapatkan remisi atau pengurangan masa tahanan pada lebaran kali ini. Meski tidak mendapatkan remisi, dia mengaku tetap bersyukur. "Kalau kita enggak ada remisi yang penting lebaran di manapun kita bisa nikmati, bisa beribadah, itu aja intinya," katanya.

    Menurut Andi, perasaan rindu akan kampung halaman sudah lama terenggut dari benaknya. Tepatnya, semenjak dia dijebloskan ke dalam jeruji besi kurang lebih tiga tahun lalu. Andi tampak ceria saat ditanya ihwal rasa kangennya untuk berkumpul bersama keluarga ketika lebaran tiba.

    "Nanti kalau sudah selesai kita kan pulang kampung juga, sekarang dijalani saja, wajarlah kalau kita rindu pulang kampung halaman dan kumpul-kumpul bareng keluarga," ujar Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.

    Andi berkisah, semasa di dalam tahanan, aktivitas keseharian yang dia jalani saat ini tidak banyak perubahan. Dia masih berkutat untuk merampungkan penulisan buku Gaple. "Ya paling itu mau membereskan buku Gaple dan banyak belajar bahasa," ucap dia.

    Selama menjalani masa tahanan itu, Andi mengatakan banyak mengisi waktu luang dengan mempelajari bahasa Sunda, juga bahasa Mandarin. Penguasaan bahasa, kata dia, memang sangat penting lantaran bahasa merupakan gerbang ilmu pengetahuan.

    "Lumayanlah, bahasa Jawa saya sudah bisa karena dulu kuliah di Yogyakarta, sekarang di sini banyak waktu buat belajar dua bahasa lagi," ujarnya.

    AMINUDIN A.S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.