Gubernur Aher: Nasionalisme Diikat Aqidah Kunci Ketenteraman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (tengah) berfoto bersama pemudik dan sopir saat

    Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (tengah) berfoto bersama pemudik dan sopir saat "Mudik Asik Gratis" di kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jabar, Bandung, 28 Juni 2016. ANTARA/Agus Bebeng

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Wakil Gubernur Deddy Mizwar melaksanakan salat Id di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Rabu 6 Juli 2016. Juga tampak sejumlah pejabat pemerintahan di Jawa Barat di antaranya Panglima Kodam III/Siliwangi Mayjen TNI Hadi Prasojo. Aher, sapaan Ahmad Heryawan, didapuk menjadi khatib, dengan imam shalat KH Abi Syahid dari Pondok Pesantren Al-Falah Cicalengka.

    Aher pada ceramahnya menyinggung soal peran umat Islam yang menjadi mayoritas di Indonesia. Dia mengingatkan aqidah yang kuat justru menjadi modal untuk meningkatkan nasionalisme. “Ikatan nasionalisme dengan aqidah yang kuat bisa memberikan ketenteraman pada masyarakat luas,” kata dia.

    Aher mengatakan, nasionalisme dengan dilandasi aqidah yang kuat tergambar dalam beberapa ciri pribadi seorang muslim. Di antaranya memiliki empati yang tinggi untuk peduli pada sesamanya, serta toleran saat berhubungan dengan umat yang lain. “Sikap dan kebiasaan ini yang harus hadir,” kata dia.

    Menurut Aher, aqidah menjadi dasar untuk mempererat hubungan di antara manusia. Sejarah peradaban dunia yang silih berganti memberikan pelajaran bahwa runtuhnya kejayaan satu peradaban disebabkan lemahnya ikatan entitas di dalamnya.

    Islam mengajarkan, semua orang akan bermusuhan di hari Akhir kecuali orang-orang yang bertakwa dan beriman. “Ini menegaskan persahabatan, dan pertemanan akan abadi sampai hari Kiamat manakala dasarnya adalah iman,” kata Aher.

    Menurut Aher, Islam yang mewarnai sejarah peradaban dunia memberikan optimisme bahwa Islam di Indonesia bisa memberikan sumbangan untuk mewujudkan kemakmuran. “Kalau kemudian tampil dengan moral dan profesionalisme, kita akan mampu menghadirkan kemajuan yang dilandasi iman dan kemajuan tersebut bisa dinikmati dengan ketenteraman,” kata dia.

    Khusus hari ini, Lapangan Gasibu yag tengah menjalani renovasi sejak pertengahan tahun lalu sengaja dibuka untuk pelaksanaan salat Id tingkat provinsi Jawa Barat. Sejumlah sisi lapangan yang masih dikelilingi pagar seng sengaja dibuka bagi warga yang hendak mengikuti salat Id di lapangan itu. Aher mengatakan, Lapangan Gasibu sendiri baru dijadwalkan akan resmi dibuka pada Agustus 2016 nanti.

    Selepas salat Id, Gubernur Ahmad Heryawan beserta Netty Heryawan, Wakil Gubernur Deddy Mizwar dan istri menyempatkan diri bersalaman dengan warga yang ikut salat Id di sana.

    Selepas itu, Gubernur Ahmad Heryawan menggelar open house dan  menerima kunjungan warga di rumah dinasnya di Gedung Negara Pakuan, di Kota Bandung.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.