Soal Cagub DKI, Yusril Ihza Mahendra Tunggu Pinangan Parpol

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yusril Ihza Mahendra menjadi pembicara dalam Gema Tabligh Akbar di Yayasan Al-Riyadh, Kelurahan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 25 April 2016. TEMPO/Friski Riana

    Yusril Ihza Mahendra menjadi pembicara dalam Gema Tabligh Akbar di Yayasan Al-Riyadh, Kelurahan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 25 April 2016. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Yusril Ihza Mahendra, mengadakan open house dengan sejumlah tokoh Betawi di rumahnya, Jakarta Selatan. "Setiap tahun memang kami biasa adakan open house untuk masyarakat," kata Yusril saat ditemui di rumahnya, Jalan Fatmawati Executive Golf Mansion, Jakarta Selatan, Rabu, 6 Juli 2016.

    Yusril mengatakan sepanjang hari ini telah menerima banyak tamu dari masyarakat Betawi. Kebanyakan masyarakat mengaku hanya ingin bersilahturahmi dengan Ahli Hukum Tata Negara tersebut. Sejak pagi, ratusan warga silih berganti bersilaturahmi.

    "Saya sampai enggak ingat, karena banyak sekali," ujar Yusril. Menurut Yusril, sebagian tokoh masyarakat Betawi menanyakan perkembangan niatnya untuk mencalonkan diri sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. Kata Yusril, proses komunikasi politik dia dengan partai politik masih terus berjalan.

    Yusril juga berharap setelah Lebaran ini akan ada kepastian partai politik untuk meminangnya atau tidak. Karena saat ini sudah memasuki masa pendaftaran calon gubernur dari jalur partai politik pada September 2016.

    Yusril mengaku menanti kepastian dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Gerindra. Mantan Menteri Sekretaris Negara ini siap mengikuti mekanisme yang sudah ditentukan partai politik. Dia juga menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan partai.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.