Antisipasi Teror Bom, Risma Siapkan Ini di Surabaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat menjadi saksi dalam pengelolaan biaya pendidikan yang diambil alih Pemprov Jawa Timur yang di perkarakan di  Mahkamah Konstitusi - Jakarta, 8 Juni 2016. TEMPO/Amston Probel

    Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat menjadi saksi dalam pengelolaan biaya pendidikan yang diambil alih Pemprov Jawa Timur yang di perkarakan di Mahkamah Konstitusi - Jakarta, 8 Juni 2016. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO. Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya turut meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan kota pascabom di kantor Kepolisian Resor Surakarta, Selasa, 5 Juli 2016. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan pihaknya senantiasa berupaya menjaga keamanan dan ketenteraman masyarakat Surabaya.

    "Kami selalu waspada, tidak hanya pascateror bom atau menunggu kejadian," katanya di sela acara open house, Rabu, 6 Juli 2016. Pemerintah kota, kata dia, juga bekerja sama dengan TNI, Polri, juga masyarakat.

    Risma berdoa agar Surabaya dalam keadaan kondusif selama Lebaran ini. "Karena biasanya menjelang Lebaran banyak kejadian, seperti pencurian," ujarnya.

    Sebelumnya, tim khusus antiterorisme Mabes Polri, Densus 88, menangkap empat tersangka teroris di kawasan Kenjeran, Surabaya, pada awal Juni 2016. Polisi juga menemukan bom rakitan serta senjata api laras panjang. Mereka adalah Priyo Hadi Purnomo yang disingkat polisi menjadi PHP, lalu BRN alias Jeffry (JF) alias F, dan Ferry Novendi (FN).

    Para tersangka juga diduga menyasar petugas kepolisian atau keamanan yang terlibat dalam operasi pengamanan pada Ramadan ini. Tiga bom yang disita polisi menunjukkan bahwa ukurannya seperti dirancang untuk bom bunuh diri. Bahkan seorang di antaranya, yakni PHP, adalah calon pelaku bom bunuh diri alias "pengantin". (Baca juga: Bom Teror Surabaya Dirakit dengan Biaya Tak Lebih Rp 1 Juta)

    Teror bom bunuh diri terjadi di kantor Polresta Surakarta pada Selasa, 5 Juli 2016, sekitar pukul 07.30 WIB. Pelaku mengendarai sepeda motor matic dan memasuki markas polisi tanpa melapor di pos jaga. Teguran petugas dari Sentra Pelayanan, Brigadir Bambang Adi, dijawab dengan ledakan bom dari pelaku. Pelaku yang belakangan diketahui bernama Nur Rohman tewas di tempat. Sedangkan Bambang mengalami luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Panti Waluyo, Solo.

    Bom bunuh diri itu membuat seluruh jajaran kepolisian di setiap provinsi bersiaga. Kepolisian Daerah Jawa Timur menambah pasukan untuk pengamanan selama libur Lebaran, meski dikatakan masih tergolong normal.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro Kontra Kemendikbud Menerapkan Zonasi Sekolah pada PPDB 2019

    Zonasi sekolah di PPDB yang diterapkan Kemendikbud memicu pro dan kontra. Banyak orang tua menganggap sistem ini tak adil dan merugikan calon siswa