Khatib Salat Id, Kepala BNP2TKI: Amnesty Syawal Tanpa Tarif

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nusron Wahid, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Istimewa

    Nusron Wahid, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Istimewa

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid berpesan agar bulan Ramadan yang baru saja berlalu bisa menjadi momentum amnesty (pengampunan) atas perilaku spiritual dan sosial manusia.

    “Amnesty Syawal ini tanpa tarif dan tebusan seperti tax amnesty,” ujar Nusron sebagai khatib salat Idul Fitri di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia pada Rabu, 6 Juli 2016.

    Ia menjelaskan, untuk mendapat amnesty tak perlu mengeluarkan tebusan dengan tarif tinggi, melainkan cukup dengan mengakui segala kesalahan dan berjanji tidak mengulangi kesalahan ritual dan sosial.

    Menurut dia, selain membawa pengampunan, dampak puasa yang paling nyata adalah bila usai Ramadan tidak ada lagi korupsi, penyalahgunaan kekuasaan dan kesewenangan. Pasalnya, perintah spiritual dalam puasa adalah menahan hawa nafsu.

    “Jihad paling akbar juga perang melawan hawa nafsu,” kata Nusron. Dan, hawa nafsu yang paling nyata di depan mata dan menjadi realitas publik adalah korupsi, manipulasi, kesewenang-wenangan dan penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingsn pribadi atau kelompok.

    Nusron menuturkan, korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan yang bathil merupakan manivestasi dan implementasi sifat bahimah (kehewanan), syabu'iyyah (kebuasaan) dan syaitoniyyah (kesetanan). Ketiga sifat yang menjerumuskan ini hanya bisa dilawan dengan puasa Ramadan yang menjadi manivestasi dari sifat malakkiyyah yang harus dioptimalkan dalam diri manusia.

    Koruptor , menurut dia, sifatnya sama dengan hewan. Makan sebanyak-banyaknya untuk bersenang-senang, memangsa hak orang lain dan dilakukan penuh dengan rekayasa dan tipu daya yang sering dilakukan setan. "Kalau puasa Ramadhannya sukses, berarti mampu membunuh hawa nafsu dan korupsi akan sirna digembleng melalui amaliah sholeh di bulan Ramadhan," ucapnya.

    Adapun salat Idul Fitri di KBRI Kuala Lumpur ini dihadiri sekitar tiga ribuan TKI dan warga negara Indonesia. Salat Id  juga dihadiri Dubes RI untuk Malaysia Herman Prayitno.
    BAGUS PRASETIYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.