Banjir di Semarang, 400 Keluarga jadi Korban

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. ANTARA/Muhammad Arif Pribadi

    Ilustrasi banjir. ANTARA/Muhammad Arif Pribadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir di Kota Semarang pada Minggu dinihari, 3 Juli 2016, masih terjadi hingga Senin, 4 Juli 2016, sekitar pukul 11.00 WIB.

    Lokasi banjir meliputi Kelurahan Mlatiharjo dan Kelurahan Bugangan di Kecamatan Semarang Timur, Kelurahan Kaligawe dan Kemijen di Kecamatan Gelok, dan Kelurahan Muktiharjo di Kecamatan Gendo.

    Banjir juga terjadi di Kelurahan Meteseh Kecamatan Tembalang. Lalu di Kecamatan Gayamsari, banjir menggenangi Kelurahan Tambakrejo, Sawah Besar, Kaligawe, dan Pandean Lamper.

    "Kurang lebih 400 kepala keluarga terdampak banjir," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan pers, Senin, 4 Juli 2016. Sebanyak 3 keluarga diungsikan ke Balai RW.

    Adapun kerugian materi dari kejadian ini hampir satu kelurahan rumah terendam banjir di 6 RW dan 11 RT. Hingga siang tadi, tinggi muka air adalah 40 sampai dengan 50 sentimeter.

    Sutopo menjelaskan, banjir disebabkan hujan deras dan Daerah Aliran Sungai Banjir Kanal Timur meluap. "BPBD Kota Semarang memberikan bantuan logistik dan mendata dampak yang ditimbulkan," ujarnya.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RZWP3K

    Sebanyak 21 provinsi telah menerbitkan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang dianggap tak berpihak pada nelayan.