Sidang Isbat, Kemenag Terapkan Metode Hisab dan Rukyat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta sidang memotret sebelum digelarnya sidang itsbat awal bulan Ramadhan 1437 H di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, 5 Juni 2016. Menteri Agama mengatakan bahwa hasil hisab berada pada posisi 2 derajat 13 menit sampai 4 derajat 6 menit. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Peserta sidang memotret sebelum digelarnya sidang itsbat awal bulan Ramadhan 1437 H di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, 5 Juni 2016. Menteri Agama mengatakan bahwa hasil hisab berada pada posisi 2 derajat 13 menit sampai 4 derajat 6 menit. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Kementerian Agama bakal menggelar sidang isbat untuk menentukan awal bulan baru Hijriah, Senin besok. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Machasin mengatakan kementeriannya bakal menggunakan dua metode, yaitu metode hisab dan rukyat.

    "Metode ini selalu digunakan, itu juga keputusan MUI (Majelis Ulama Indonesia), dan kami ikut saja," kata Machasin saat dihubungi di Jakarta, Ahad, 3 Juli 2016.

    Ia menjelaskan, dua metode tersebut saling melengkapi. Metode hisab, kata dia, adalah perhitungan secara teoretis. Sedangkan metode rukyat adalah pengamatan langsung melihat bulan baru. "Dua-duanya digunakan untuk menghitung perjalanan matahari dan bulan," ujarnya.

    Bulan baru, kata Machasin, menggunakan perhitungan pada 29 Ramadan untuk menghitung kemunculan hilal bulan baru. Lalu, kata dia, metode rukyat membuktikan dengan pengamatan langsung. "Dua-duanya belum tentu terjadi bersamaan. Saat rukyat, bisa jadi bulan terhalang benda lain," ucapnya.

    Meskipun begitu, Machasin menjelaskan, kementeriannya tetap memiliki pegangan untuk mempertimbangkan hisab yang memungkinkan untuk rukyat. "Istilahnya 2-3-8," ujarnya. Ia menjelaskan, angka “2” sebagai tinggi bulan di atas cakrawala sebesar 2 derajat.

    Selain itu, pertimbangan lain adalah angka “3” yang menandakan jarak elongasi antara matahari dan bulan sebesar 3 derajat. "Kalau itu sudah (masuk bulan baru), walau tidak ada yang melihat," tuturnya. Ditambah lagi, konjungsi atau letak matahari dan bulan berada dalam satu garis dengan bumi. "Ini terjadi delapan jam sebelum matahari terbenam."

    Machasin menuturkan kementeriannya bakal melibatkan beberapa pihak dalam sidang isbat tersebut. Seperti ahli astronomi, ahli falak, beberapa pemimpin masjid Islam, duta besar negara sahabat atau perwakilan, dan tim pengamat hisab dari Kementerian Agama. Sidang berlangsung tertutup. "Ini sama seperti saat menentukan awal Ramadan," katanya.

    ARKHELAUS W


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.