Kemacetan di Merak Capai 5 Kilometer  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan kendaraan roda empat yang akan menyeberang ke Pulau Sumatera antri masuk kapal roro di Dermaga II Pelabuhan Merak, Banten, 1 Juli 2016. Memasuki H-5 jumlah pemudik yang menyeberang di Pelabuhan Merak melonjak dari 2.100 kendaraan menjadi 4.382 terdiri dari 216 bis, dan 4.226 kendaraan roda empat. ANTARA FOTO

    Ratusan kendaraan roda empat yang akan menyeberang ke Pulau Sumatera antri masuk kapal roro di Dermaga II Pelabuhan Merak, Banten, 1 Juli 2016. Memasuki H-5 jumlah pemudik yang menyeberang di Pelabuhan Merak melonjak dari 2.100 kendaraan menjadi 4.382 terdiri dari 216 bis, dan 4.226 kendaraan roda empat. ANTARA FOTO

    TEMPO.COCilegon - Kemacetan cukup parah hingga mencapai sekitar 5 kilometer terjadi di sepanjang jalan menuju Pelabuhan Merak, Banten, pada Minggu dinihari tadi.

    Berdasarkan pantauan Antara, kemacetan akibat penumpukan kendaraan pribadi itu dimulai dari pintu keluar Jalan Tol Merak hingga menuju pelabuhan yang berjarak sekitar 5 kilometer.

    Seorang pemudik, Erizal, 60 tahun, mengeluhkan panjangnya antrean menuju kapal penyeberangan tersebut.

    "Ini sudah hampir tiga jam terjebak dalam kemacetan. Sama sekali tidak bergerak," katanya.

    Erizal, yang akan pulang ke kampung halamannya di Pekanbaru, menjelaskan bahwa pihak kepolisian menerapkan sistem buka-tutup.

    "Awalnya kami ingin lewat jalur bawah menuju pelabuhan, tapi dilarang polisi. Begitu masuk lewat jalur atas, langsung dihadang kemacetan," tuturnya.

    Kemacetan terjadi karena penumpukan kendaraan menuju kapal.

    Penjabat Humas ASDP Pelabuhan Merak Mario Sardadi Oetomo mengatakan sebagian besar pemudik melakukan perjalanan pada malam hari.

    "Akibatnya, penumpukan kendaraan banyak terjadi pada malam hari," katanya.

    Puncak arus mudik di Pelabuhan Merak diperkirakan terjadi pada hari ini, Minggu, 3 Juli 2016.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.