Ini Tujuh Jalur Alternatif Mudik ke Malang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel Detasemen B Brimob Polda Jatim melakukan pengamanan di stasiun Kota Baru Malang, Jawa Timur, 25 Juni 2016. Sebanyak 105 personel Brimob Polda Jatim diterjunkan untuk melakukan pengamanan arus mudik Lebaran. TEMPO/STR/Aris Novia Hidayat

    Personel Detasemen B Brimob Polda Jatim melakukan pengamanan di stasiun Kota Baru Malang, Jawa Timur, 25 Juni 2016. Sebanyak 105 personel Brimob Polda Jatim diterjunkan untuk melakukan pengamanan arus mudik Lebaran. TEMPO/STR/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Malang - Para pemudik yang ingin merayakan Lebaran 2016 di wilayah Malang sebaiknya memanfaatkan tujuh jalur alternatif. Ini penting agar mengurangi kepadatan dan terjebak macet di jalur-jalur utama selama masa arus mudik dan arus balik.

    Wilayah Malang Raya mencakup Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu. Ketujuh jalur alternatif itu berada di Kabupaten Malang yang wilayahnya terluas dan nyaris mengepung wilayah Kota Malang dan Kota Batu. Jalur-jalur alternatif bisa dimanfaatkan oleh pemudik yang datang dari arah Kabupaten Blitar, serta Surabaya dan kota lainnya.

    “Sedangkan dari arah Kabupaten Kediri dan Kabupaten Jombang sepanjang wilayah barat barat Malang relatif lancar lalu lintasnya sehingga tak ada jalur alternatif. Pemudik hanya harus mewaspadai potensi terjadinya longsor di sepanjang rute itu,” kata Sekretaris Dinas perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Malang Untung Sudarto, Sabtu, 2 Juli 2016.

    Untung menyatakan, untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas, dibangun 11 pos pantau di Lawang, Singosari, Karangploso, Kepanjen, Pakisaji, dan Bululawang.

    Adapun tujuh jalur alternatif berada di Kecamatan Lawang dan Kecamatan Singosari, serta rute Kepanjen-Malang kota, masing-masing sebanyak empat dan tiga titik jalur.

    Kepadatan dan kemacetan pada arus mudik dan arus balik paling tampak dan terasa di rute Lawang-Singosari arah ke Kota Malang. Begitu pula yang terjadi di akhir pekan dan hari libur nasional. Titik kemacetan di Jalan Raya Thamrin atau di depan Pasar Lawang (Km 70-71 Surabaya-Malang), serta di depan Pasar Singosari (Km 77-78 Surabaya-Malang).

    Karena itu, pemudik yang melewati wilayah Lawang-Singosari arah ke Kota Malang dan sebaliknya bisa memanfaatkan rute Sumberwaras-Sumberwuni-Bedali sejauh 3 kilometer dengan jarak tempuh 15 menit; rute Patal-Pasar Lawang sejauh 4 kilometer dengan jarak tempuh 15 menit; rute Rogonoto-Pos PJR (Patroli Jalan Raya) sejauh 2,5 kilometer dengan jarak tempuh 10 menit, serta rute Tumapel-Kertanegara sejauh 1,5 kilometer dengan jarak tempuh 5 menit.

    Sedangkan pengguna jalan yang melintas di wilayah Kepanjen-Malang dapat memanfaatkan rute Ngadilangkung-Jalan Lintas Barat-Talangagung sejauh 5 kilometer, rute Bagong-Dilem-Sukun sepanjang 2,3 kilometer, dan rute Pakisasi-Kendalpayak-Ketapang-Kepanjang sejauh 12 kilometer.

    Kepadatan di jalur Lawang-Singosari dan Kepanjen-Malang diperkirakan meningkat seturut bertambahnya jumlah angkutan Lebaran. Untung memperkirakan jumlah kendaraan naik 10 persen dibanding tahun lalu.

    ABDI PURMONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.