Kivlan Zen Klaim Akan Ikut Negosiasi Sandera WNI Lagi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Kepala Staf Komando  Cadangan Strategis Angkatan Darat  Mayor Jenderal  Purnawirawan Kivlan Zen di sela-sela Simposium Anti PKI di Balai Kartini Jakarta, 1 Juni 2016. TEMPO/Arkhe

    Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal Purnawirawan Kivlan Zen di sela-sela Simposium Anti PKI di Balai Kartini Jakarta, 1 Juni 2016. TEMPO/Arkhe

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat Mayor Jenderal (Purnawirawan) Kivlan Zen mengklaim akan mengikuti negosiasi pembebasan 7 warga negara Indonesia yang tengah disandera di Kepulauan Sulu, Filipina. "Saya akan ikut tim negosiasi lagi, sebagai penasihat," ujarnya lewat pesan pendek kepada Tempo, Sabtu, 2 Juli 2016.

    Pemerintah belum resmi mengumumkan akan bernegosiasi langsung dengan kelompok Abu Sayyaf sebagai upaya penyelamatan. Namun tak tertutup kemungkinan bahwa opsi itu akan diambil, karena sempat terbukti efektif saat menyelamatkan 14 WNI dalam penyanderaan yang terjadi pada Maret-April lalu.

    Kivlan tak menampik bahwa pemerintah akan melibatkan pemimpin Moro National Liberation Front (MNLF) Nur Misuari dalam negosiasi. "Tim sudah ada," ujarnya.

    Kivlan akrab dengan Misuari saat bertugas dalam pasukan perdamaian Filipina Selatan pada 1995-1996. Keakraban itulah yang dipakai untuk melobi kelompok Abu Sayyaf agar membebaskan WNI dalam penyanderaan sebelumnya.

    Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, Jumat lalu, mengaku tengah berunding dengan pemerintah Filipina yang baru. Menurut Luhut, Presiden Rodrigo Duterte lebih tegas menyikapi kasus kali ini.

    "Sikapnya berbeda dengan (pemerintahan) yang lalu. Dia mengedepankan peran Misuari untuk menjadi counterpart-nya," ujar Luhut di kantornya.

    Luhut tak menampik bila TNI sedang bersiaga di perbatasan Indonesia-Filipina guna mengatasi munculnya opsi lain, seperti operasi militer. Namun TNI tak akan serta-merta menerobos batas wilayah.

    "Kalau pun diizinkan, kita harus melakukan perjanjian yang rinci, karena dampaknya macam-macam. Jadi, belum ke situ (operasi militer), kita masih di opsi sekarang," ucapnya.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.