Pencarian Pendaki Asal Swiss Dilanjutkan Setelah Lebaran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Operasi pencarian terhadap Lionel Du Creaux di kawasan Semeru, 11 Juni 2016. Tempo/David Priyasidharta

    Operasi pencarian terhadap Lionel Du Creaux di kawasan Semeru, 11 Juni 2016. Tempo/David Priyasidharta

    TEMPO.CO, Lumajang - Kepala Seksi Bidang Pengelolaan Wilayah II Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Kabupaten Lumajang, Budi Mulyanto, mengatakan pencarian pendaki asal Swiss, Lionel Du Creaux, sudah berlangsung selama 30 hari. Tim pencari dan keluarga berencana menghentikan dulu upaya pencarian. "Nanti dilanjutkan kembali setelah Lebaran," kata Budi, Sabtu, 2 Juli 2016.

    Budi mengatakan pencarian terhadap Lionel itu melibatkan petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Basarnas, dan relawan. Awalnya pencarian dilakukan selama 7 hari kemudian diperpanjang 3 hari. Bahkan tim mendatangkan pesawat tanpa awak (drone) guna mendukung pencarian. Namun hasilnya tetap nihil.

    Baca: Cari Pendaki Swiss, Basarnas Kerahkan Pesawat tanpa Awak

    Pada 19 Juni 2016, tim pencari menyatakan operasi pencarian dihentikan. Namun atas permintaan keluarga Lionel, pencarian dilanjutkan hingga 26 Juni 2016. Upaya ini juga belum membuahkan hasil. "Keluarga Lionel juga merasakan sendiri bagaimana susahnya melakukan pencarian," kata Budi.

    Baca: Keberadaan Pendaki Swiss Coba 'Ditembus' dengan Supranatural

    Keluarga Lionel masih memiliki harapan besar untuk menemukannya. Bahkan mereka mendengarkan informasi yang diperoleh dari ahli spiritual. Mereka juga setuju untuk melanjutkan pencarian setelah Lebaran.

    Lionel Du Creaux mendaki Semeru bersama rekan wanitanya, Alice Guignard, dan berangkat dari Malang, dan masuk ke Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, pada 3 Juni 2016 sekitar pukul 07.00 WIB. Keduanya langsung menuju lokasi pendakian tanpa ada pemberitahuan atau melapor ke pos.

    Pada pukul 10.22 WIB sampai di Ranu Kumbolo dan melanjutkan perjalanan ke Kalimati. Tiba di Kalimati pukul 11.55 WIB, selanjutnya mereka mendaki ke puncak dan sampai di daerah Watu Gede pukul 14.01 WIB. Pukul 17.47 WIB, Alice tidak melanjutkan perjalanan ke puncak karena tidak kuat dan memutuskan kembali ke Kalimati, sedangkan Lionel tetap melanjutkan ke puncak.

    Baca: Mendaki Semeru, Seorang Warga Swiss Dilaporkan Hilang

    Karena tidak tahu jalan, Alice tersesat dan tidak melalui jalur sebelumnya. Dia malah menuju punggungan bukit ke kiri arah Arcopodo. Di lokasi tersebut, Alice bertahan dan menunggu selama dua hari dua malam. Pada Senin, 6 Juni 2016, Alice ditemukan Heri Sumantri dari Tim Haspala Malang yang sedang memandu tamu. Alice ditemukan sekitar pukul 22.00 WIB setelah teriakan minta tolongnya secara kebetulan didengar Heri.

    Selanjutnya, Alice dibawa turun dan pada Selasa sore, 7 Juni 2016, Alice melaporkan secara resmi kronologi hilangnya penyintas kepada petugas di Resort Ranu Pani.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.