Jokowi di Mabes Polri: Jangan Lagi ada Pungli, Makelar Kasus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat konferensi pers mengenai penunjukkan Komjen Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri di Istana Negara, Jakarta, 16 Juni 2016. Surat pengusulan nama calon Kapolri kepada DPR diserahkan per hari ini. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo saat konferensi pers mengenai penunjukkan Komjen Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri di Istana Negara, Jakarta, 16 Juni 2016. Surat pengusulan nama calon Kapolri kepada DPR diserahkan per hari ini. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -  Presiden Joko Widodo berbuka puasa  bersama dengan jajaran Kepolisian Republik Indonesia di Mabes Polri, Trunojoyo, Jakarta Selatan. Acara berbuka puasa bersama itu sekaligus merayakan Hari Bhayangkara ke 70, 1 Juli 2016.

    Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo  menyampaikan perlunya Kepolisian segera mereformasi dirinya. "Reformasi adalah kunci Kepolisian menghadapi tantangan ke depan," ujar Presiden Jokowi,Jumat, 1 Juli 2016.

    Menurut Presiden Jokowi, ada berbagai hal yang perlu ditekankan pada reformasi lembaga Kepolisian. Hal tersebut adalah perbaikan rekrutmen, perubahan pola pikir, dan muaranya adalah perubahan sikap dan perilaku.

    Sikap dan perilaku Polri ke depan, kata Presiden Jokowi, haruslah professional, berintegritas, dan bertanggung jawab. Menurut Jokowi, polisi yang ada sekarang belum semuanya berintegritas dan bertanggung jawab yang berujung pada banyaknya kasus-kasus melibatkan personil polisi.

    "Jangan lagi ada diskriminasi, pungutan liar, makelar kasus. Mau dan niat, pasti bisa," ujar Presiden Jokowi.

    Presiden Jokowi juga meminta Kepolisian menekan ego sektoral. Dengan begitu, kerjasama dengan lembaga penegak hukum lainnya seperti KPK dan Kejaksaan tetap dan semakin solid. "Kejahatan hanya bisa dipecahkan apabila bekerja sama," ujarnya mengakhiri.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.