Hujan Lebat di Pasuruan, 50 Ribu Warga Jadi Korban Banjir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengguna jalan mencoba menerobos banjir yang menggenangi Jalur Pantura, di Jalan Raya Kraton, Pasuruan, Jawa Timur, 30 Juni 2016. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Sejumlah pengguna jalan mencoba menerobos banjir yang menggenangi Jalur Pantura, di Jalan Raya Kraton, Pasuruan, Jawa Timur, 30 Juni 2016. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Hujan lebat dan pasang laut di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, menyebabkan ribuan rumah dan sawah terendam banjir. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, menyebutkan sebanyak 52.734 jiwa atau 14.109 keluarga menjadi korban banjir.

    Sutopo mengatakan banjir itu menyebabkan dua orang mengalami luka-luka karena sempat hanyut. "Tidak ada korban jiwa meninggal akibat banjir ini," kata dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat 1 Juli 2016.

    Korban pertama adalah Aulia, perempuan 45 tahun, warga Dusun Bulu, Desa Tambakrejo. Sutopo menjelaskan Aulia hanyut dan berhasil diselamatkan kepala dusun. "Korban dirujuk ke Rumah Sakit Purut," kata dia. Satu korban lain adalah Amanda, perempuan 9, warga Dusun Tunggak, Kecamatan Kraton, megalami luka robek kaki kiri. "Sudah dirujuk ke Puskesmas Gadingrejo," ujar dia.

    Saat ini, kata Sutopo, tim gabungan untuk penanganan darurat banjir telah terbentuk. Tim ini terdiri dari BPBD Kabupaten Pasuruan bersama personel TNI, Polri, BPBD Jawa Timur, Satuan Kerja Perangkat Daerah dan relawan. Mereka mendistribusikan bantuan makanan, air minum, dan sembako ke 44 desa terdampak.

    Selain itu, hujan deras dan pasang laut sejak Kamis dini hari, menyebabkan lima sungai meluap. Sungai Kedunglarangan, Sungai Welang, Sungai Gembong, Sungai Rejoso, dan Sungai Wrati meluap dan membanjiri delapan kecamatan: Kecamatan Bangil, Kecamatan Beji, Kecamatan Kraton, Kecamatan Pohjentrek, Kecamatan Grati, Kecamatan Rejoso, Kecamatan Winongan, dan Kecamatan Gempol.

    Hingga siang hari ini, kata Sutopo, banjir mulai surut. Transportasi telah normal kembali. Dia mengatakan genangan banjir masih terjadi di Jalan Raya Rejoso dengan ketinggian 10-20 centimeter. "Masyarakat mulai membersihkan rumah dan lingkungannya dari dampak banjir," ujar dia.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.