HUT Polri, Basaria Harapkan Sinergi dengan KPK Makin Baik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan saat berkunjung di kantor Redaksi Tempo, Jakarta, 18 Februari 2016. TEMPO/Bintari Rahmanita

    Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan saat berkunjung di kantor Redaksi Tempo, Jakarta, 18 Februari 2016. TEMPO/Bintari Rahmanita

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Basaria Pandjaitan menghadiri upacara peringatan hari ulang tahun Bhayangkara ke-70 di Lapangan Markas Besar Kepolisian RI, Jakarta Selatan, Jumat, 1 Juli 2016. "Selamat hari ulang tahun ke-70 untuk Polri," kata polisi wanita berpangkat jenderal bintang dua ini kepada awak media seusai upacara HUT Bhayangkara.

    Pada HUT Polri kali ini, Basaria berharap Polri dan KPK semakin bersinergi dalam memberantas korupsi. "Mudah-mudahan ke depan sinergi antara KPK dan Polri semakin kuat," ucapnya.

    Polri dan KPK tercatat sudah tiga kali berseteru. Pertama, saat beredarnya isu penyadapan oleh KPK terhadap Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Duadji pada 2009. Susno dituduh terlibat pencairan dana nasabah Bank Century, Boedi Sampoerna.

    Belakangan, Bareskrim mengusut dugaan penyalahgunaan wewenang dua pemimpin KPK, yaitu Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah, terkait dengan penerbitan surat permohonan cegah-tangkal terhadap bos PT Masaro Anggoro Widjojo. Keduanya dijadikan tersangka dan sempat ditahan. Peristiwa ini dikenal dengan Cicak Vs Buaya jilid I.

    Kedua lembaga kembali berseteru ketika KPK mengusut kasus korupsi alat uji surat izin mengemudi di Korps Lalu Lintas Polri pada 2011. KPK menetapkan Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Djoko Susilo sebagai tersangka kasus rasuah ini. Imbas penetapan tersangka tersebut, polisi menjadikan penyidik senior KPK, Novel Baswedan, sebagai tersangka. Selain itu, Polri menarik belasan penyidik kepolisian yang bertugas di KPK.

    Terakhir, saat KPK menetapkan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai tersangka rekening gendut polisi pada Januari 2015. Polri balik menjadikan Ketua KPK Abraham Samad serta Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto sebagai tersangka masing-masing dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen kependudukan dan perkara kesaksian palsu di Mahkamah Konstitusi.

    Peringatan HUT Polri tahun ini berlangsung sederhana. Seusai upacara, petinggi Polri serta jajarannya saling berjabat tangan dan berfoto, lalu mereka meninggalkan lapangan. Senin lalu, Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti sudah menuturkan akan melangsungkan perayaan HUT Bhayangkara secara sederhana.

    Menurut Badrodin, itu karena tanggal 1 Juli berdekatan dengan hari raya Idul Fitri, sehingga banyak personel kepolisian yang bertugas di jalan mengatur keamanan arus mudik. Perayaan HUT Polri akan dilanjutkan dengan buka puasa bersama di Mabes Polri pada sore ini. Presiden Joko Widodo dijadwalkan menghadiri acara buka puasa tersebut.

    REZKI ALVIONITASARI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.