Sambut PON XIX, Bandung Akan Gelar Pesta Diskon  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil dalam konferensi pers informasi penamparan seorang sopir di Bandung, 21 Maret 2016. Sopir yang mengaku ditampar tersebut merupakan pengemudi angkutan gelap. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil dalam konferensi pers informasi penamparan seorang sopir di Bandung, 21 Maret 2016. Sopir yang mengaku ditampar tersebut merupakan pengemudi angkutan gelap. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.COBandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan Pemerintah Kota Bandung telah menjalin kerja sama dengan pusat-pusat perbelanjaan hingga pedagang kaki lima untuk menyambut penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Bandung, Jawa Barat.

    Menurut pria yang akrab disapa Emil ini, pada September 2016, tepatnya pada bulan penyelenggaraan PON XIX, pusat-pusat perbelanjaan dan perdagangan di Kota Bandung akan digelar pesta diskon besar-besaran.

    "Saya sampaikan bulan September di Bandung akan ada great sale untuk menyambut PON dan ulang tahun Kota Bandung," ucap Emil di rumah dinasnya, Jalan Dalemkaum, Kota Bandung, Kamis, 30 Juni 2016.

    Emil menambahkan, September great sale merupakan strategi untuk membuat kontingen dan pengunjung Kota Bandung yang berhubungan dengan PON XIX menjadi betah. Selain itu, great sale bertujuan untuk meningkatkan perekonomian rakyat. 

    Dari sisi infrastruktur, Emil memastikan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) siap untuk pembukaan PON XIX. Namun keputusan tetap ada pada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

    "Saya sampaikan GBLA sudah siap, secara struktur keamanan sudah dites, bebas secara legal, aman, tidak perlu izin Bareskrim karena cukup pemberitahuan," ucap Emil. 

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.