Ketua MA: Nurhadi Tak Dipecat karena Belum Jadi Tersangka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nurhadi Memenuhi Panggilan Penyidik KPK untuk Diperiksa, 24 Mei 2016. TEMPO/Maya Ayu

    Nurhadi Memenuhi Panggilan Penyidik KPK untuk Diperiksa, 24 Mei 2016. TEMPO/Maya Ayu

    TEMPO.COJakarta - Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali mengatakan pihaknya belum bisa memberhentikan Sekretaris MA Nurhadi. Alasannya, Nurhadi hingga kini belum berstatus tersangka.

    "Orang sepanjang belum diputuskan bersalah oleh pengadilan yang berkekuatan hukum tetap tidak bisa dibilang bersalah. Ada asas praduga tak bersalah," kata Hatta dalam jumpa pers, Kamis, 30 Juni 2016, di kantor MA, Jakarta.

    Menurut Hatta, ketentuan undang-undang mengatakan seseorang diberhentikan sementara bila statusnya sudah menjadi tersangka. "Nurhadi bukan tersangka, bagaimana kami berhentikan," ujarnya.

    Hatta mengatakan pihaknya tidak akan segan-segan memberi sanksi berupa pemberhentian sementara terhadap pejabat di lingkungan MA yang telah berstatus tersangka. Dia mencontohkan kasus yang terjadi di Pengadilan Negeri Kapahiyang, Bengkulu, yakni hakim yang terlibat kasus suap di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bengkulu. 

    "Kasus pengadilan negeri kami berhentikan sementara karena statusnya sudah tersangka, baik hakim kariernya dan ad hoc-nya maupun panitera penggantinya," tuturnya.

    Kasus suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution, menyeret nama Nurhadi. Nurhadi disebut-sebut terlibat berperan dalam mempercepat proses peninjauan kembali yang sedang di tangani PN Jakarta Pusat.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.