Awalnya Usus Buntu, Mantan Atlet Ini Terkapar Karena Kanker

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CO, Bandung - Rodiaman, mantan atlet dayung nasional yang pernah mengharumkan Indonesia kini terbaring lemas karena diserang penyakit kanker usus. Ditemui pada kamis, 30 Juni 2016 di Rumah Sakit Al-Ihsan Baleendah, kabupaten Bandung kondisi Rodiaman sangat memprihatinkan.

    Pegawai negeri sipil dan pelatih dayung di Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) ini sudah tiga bulan terkapar. Menurut penuturan Ai Fitriani, adik bungsu Rodiaman, penyakit kakaknya berawal dari usus buntu. "Sejak 2010 menderita usus buntu namun sudah dioperasi pada tahun itu juga, hanya saja sejak setahun belakangan ia sering mengeluh sakit  dan sempat beberapa kali dilarikan kerumah sakit," ujarnya, Kamis, 30 Juni 2016.

    Lantaran kondisinya yang kian menurun, Ai akhirnya meminta bantuan kepada rekan-rekan Rodiaman untuk mendapat kemudahan akses rawat di Rumah sakit. Saat itu pada senin, 28 Juni 2016 Rodiaman mendapat perawatan di Ruang Zaitun RS Al-Ihsan.

    Ai mengatakan, biaya perawatan Rodiaman dibantu oleh Dinas Olahraga dan Kementerian Pemuda dan Olahraga. “Sebetulnya bukan tidak ada perhatian, hanya saja dulu kan keluarga merawat dirumah karena capek bolak-balik rumah sakit jadi mungkin kesannya tidak diperhatikan," ujarnya.

    Edi Nurinda, pejabat di Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, yang menjenguk Rodiaman mengatakan bahwa pihaknya akan memberi dukungan dan bantuan kepada Rdiaman. Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada Rodiaman yang telah mengharumkan nama Indonesia. “Setelah mendengar kabar bahwa Rodiaman sakit, saya langsung datang ke sini dan melihat kedaannya," kata Edi.

    Kabar sakitnya Rodiaman ramai di sosial media. Kawan Rodiaman sempat mengunggah foto dirinya yang terbaring lemah di rumah sakit, dan meminta bantuan Presiden Joko Widodo.

    DWI RENJANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.