Pasuruan Banjir, Bus di Terminal Purabaya Terlambat 2 Jam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ejumlah pengendara sepeda motor berusaha melintasi genangan air yang membanjiri Jalan Raya Kraton, Pasuruan, Jawa Timur, Senin (2/1). ANTARA/Musyawir

    ejumlah pengendara sepeda motor berusaha melintasi genangan air yang membanjiri Jalan Raya Kraton, Pasuruan, Jawa Timur, Senin (2/1). ANTARA/Musyawir

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Penutupan julur Pantura Surabaya-Probolinggo akibat banjir di wilayah Pasuruan, Jawa Timur, mengakibatkan kedatangan bus dari arah timur di Terminal Purabaya, Surabaya, terlambat. Keterlambatan selama 1,5-2 jam.

    "Banjir Pasuruan tidak sampai menyebabkan penumpukan penumpang. Hanya keterlambatan saja," kata Pelaksana Tugas Kepala Unit Pelaksana Teknis Terminal Purabaya, Surabaya, Soesandi Ismawan, kepada Tempo, Kamis, 30 Juni 2016.

    Soesandi mengatakan bus yang mengalami keterlambatan, antara lain bus rute Banyuwangi, Jember, Situbondo, Lumajang, dan Probolinggo. Keterlambatan, kata dia, sudah terjadi sejak pagi tadi dan masih terjadi sampai sekarang. "Puncaknya pada pukul 10.30 tadi," ujarnya.

    Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten/Kota Pasuruan, Jawa Timur, dari malam hingga pagi tadi mengakibatkan sejumlah kecamatan di Kabupaten dan Kota Pasuruan tergenang banjir. Sungai Welang di Kecamatan Kraton, yang melintasi jalur Pantura, meluap dan menggenangi ruas jalan setinggi 30-50 sentimeter.

    Akibatnya, jalur Pantura yang biasa dilalui kendaraan arah Surabaya-Probolinggo maupun sebaliknya hingga saat ini masih ditutup dan dialihkan ke arah Purwosari-Pandaan-Porong.

    "Kondisi terakhir sebagian wilayah masih tergenang. Termasuk jalur Pantura di Kraton. Untuk sementara masih ditutup dan dialihkan ke Purwosari," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur Gangsar Sulistiyo.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.