429 Perlintasan Kereta Api Tak Berpalang Pintu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pewarta foto mengabadikan sejumlah anggota Indonesia Railway Preservation Society saat melakukan kampanye Keselamatan Di Perlintasan Kereta Api di Pos Perlintasan 2, Menteng, Jakarta, 15 Oktober 2015. TEMPO/Subekti

    Pewarta foto mengabadikan sejumlah anggota Indonesia Railway Preservation Society saat melakukan kampanye Keselamatan Di Perlintasan Kereta Api di Pos Perlintasan 2, Menteng, Jakarta, 15 Oktober 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COSemarang - PT Kereta Api Daerah Operasi IV Semarang, Jawa Tengah, menyatakan, dari total 535 titik perlintasan kereta api di wilayah itu, hanya ada 106 perlintasan yang dijaga dan memiliki palang pintu. Adapun 429 titik perlintasan tidak dijaga dan tidak berpalang pintu.

    “Ini sangat rawan terjadi kecelakaan,” kata Manajer Humas PT KAI Daop IV Gatut Sutyatmoko, Kamis, 30 Juni 2016.

    Apalagi arus kereta api pada masa arus mudik dan balik Lebaran tahun ini akan meningkat. PT Kereta Api memprediksi jumlah pemudik yang menggunakan kereta api bakal naik sekitar 6 persen dibandingkan tahun lalu.

    PT KAI mencoba mencegah agar tidak terjadi kecelakaan di perlintasan kereta api yang tidak dijaga itu. Misalnya, PT Kereta Api memasang spanduk peringatan di perlintasan tidak terjaga. Tujuannya untuk mengingatkan warga agar hati-hati saat lewat perlintasan kereta api. Namun jumlah spanduk juga masih terbatas, yakni hanya 25 buah. Gatut menambahkan, usaha lain adalah menempatkan satu petugas ekstra untuk menjaga perlintasan yang memang sangat rawan kecelakaan.

    Menjelang arus mudik, PT KAI juga mengkhawatirkan masih adanya pelemparan batu terhadap kereta api yang melintas. Sejak masa angkutan Lebaran yang dimulai 24 Juni 2016, sudah ada peristiwa pelemparan di dua titik, yakni di sekitar Stasiun Tawang, Semarang, dan flyover Alas Tua.

    Pada Ahad lalu, sejumlah remaja ditangkap polisi khusus kereta api. Remaja itu diduga melempar batu ke arah kereta api Kedung Sepur yang melintas di sekitar Stasiun Alas Tuwo. Pelemparan itu mengakibatkan beberapa kaca kereta api pecah. “Pelakunya masih di bawah umur,” ujar Gatut.

    Dari pemeriksaan sementara, anak yang melempari kereta api itu motifnya hanya iseng. Biasanya, anak-anak itu melakukan ngabuburit di perlintasan kereta api. Lalu mereka iseng melempar batu. “Padahal ini juga membahayakan,” ucap Gatut. PT KAI menerjunkan 785 personel yang terdiri atas polisi khusus kereta api (polsuska), petugas keamanan, TNI, dan Polri.

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan siap membantu menyiapkan petugas untuk ikut menjaga perlintasan kereta api. PT KAI diminta segera mengirim surat ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang isinya memuat informasi titik mana saja yang membutuhkan petugas. “Agar tidak terjadi kecelakaan yang dapat menimbulkan korban jiwa,” tuturnya.

    Pemerintah memprediksi pemudik yang bakal masuk ke Jawa Tengah mencapai 6,65 juta orang. Meningkat 5,5 persen dari jumlah pemudik tahun lalu sebanyak 6,28 juta orang.

    ROFIUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Pembala Jatuh, Marc Marquez Jaya di Catalunya, Barcelona

    Marc Marquez memenangi seri ketujuh balapan MotoGP di Sirkuit Catalunya, Barcelona pada 16 Juni 2019 yang diwarnai jatuhnya empat pebalap unggulan.