Kasus Vaksin Palsu, Polisi Tetapkan Satu Tersangka Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto-foto para tersangka pembuat dan kurir vaksin palsu, 23 Juni 2016. TEMPO/Rezki

    Foto-foto para tersangka pembuat dan kurir vaksin palsu, 23 Juni 2016. TEMPO/Rezki

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Mabes Polri kembali menetapkan satu tersangka dalam kasus peredaran vaksin palsu. "Tadi infonya tersangka bertambah satu," kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti seusai Apel Operasi Ramadaniya di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 30 Juni 2016.

    Ditemui di tempat yang sama, Kabareskrim Inspektur Jenderal Ari Dono mengatakan tersangka tersebut berperan sebagai kurir. Namun, Ari tidak merinci apakah kurir tersebut bertugas mengantarkan vaksin ke rumah sakit yang memesan. "Masih pengembangan," katanya.

    Sebelumnya, polisi sudah menetapkan 16 tersangka dalam kasus peredaran vaksin palsu. Mereka terdiri atas pemilik apotek dan toko obat, kurir, pencetak label, dan produsen. Seluruh tersangka menjalankan bisnisnya secara terpisah, di antaranya di Bekasi, Bintaro, Tangerang Selatan, dan Subang.

    Dengan demikian, total tersangka kasus vaksin palsu kini menjadi 17 orang. Namun dua dari 17 tersangka tersebut tidak ditahan karena statusnya yang masih di bawah umur. Keduanya diduga bertugas sebagai kurir.

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.