Menlu dan Menhan Temui Jokowi, Bahas Pembebasan Sandera  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi (kanan) didampingi Menteri Pertahanan, Jenderal (purnawirawan) Ryamizard Ryacudu dalam pertemuan ketiga Dialog 2+2 Australia-Indonesia 2+2, Sydney, Australia, 21 Desember 2015. Dalam dialog itu dibahas tentang penguatan hubungan bilateral antarkedua negara yang bertetangga tersebut. Getty Images/Jason Reed

    Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi (kanan) didampingi Menteri Pertahanan, Jenderal (purnawirawan) Ryamizard Ryacudu dalam pertemuan ketiga Dialog 2+2 Australia-Indonesia 2+2, Sydney, Australia, 21 Desember 2015. Dalam dialog itu dibahas tentang penguatan hubungan bilateral antarkedua negara yang bertetangga tersebut. Getty Images/Jason Reed

    TEMPO.COJakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu hari ini menghadap Presiden Joko Widodo untuk membahas rencana operasi pembebasan sandera jaringan teroris Abu Sayyaf. Menurut Retno, pertemuan hari ini untuk saling mengecek laporan-laporan lapangan yang sudah diterima.

    "Kadang-kadang kan informasi dari lapangan tidak selalu sama. Jadi perlu dicek kembali," ujar Retno saat dicegat awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 29 Juni 2016.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tujuh anak buah kapal PT Rusianto Bersaudara disandera jaringan teroris Abu Sayyaf sejak 20 Juni 2016. Mereka ditangkap saat melintasi kawasan Jolo, Filipina Selatan untuk mengantar batu bara ke Filipina dari Samarinda, Kalimantan Timur.

    Hingga saat ini, belum diketahui kabar terbaru dari ketujuh sandera itu. Adapun penyandera dikabarkan meminta uang tebusan senilai 20 juta ringgit. Di sisi lain, Filipina sudah memberikan izin kepada Indonesia untuk membawa masuk TNI ke wilayah mereka apabila dibutuhkan untuk pembebasan sandera.

    Retno melanjutkan, dalam pertemuan itu, Ryamizard melaporkan hasil kunjungannya ke Manila. Dari kunjungan itu, kata dia, Ryamizard membawa laporan sejumlah kesepakatan atau kerja sama yang perlu ditindaklanjuti dan ditandatangani.

    "Ada beberapa hal, seperti penentuan sea corridor, kesepakatan boleh bawa tentara dalam kapal, dan sebagainya. Saya tidak memiliki kompetensi menjelaskan tapi tinggal ditandatangani," ujarnya menegaskan.

    Secara terpisah, Ryamizard mengatakan dia juga melaporkan tentang tentara Indonesia yang kini boleh berlatih dan melakukan pengejaran di Filipina. Pemerintah Filipina juga mengizinkan tentara Indonesia masuk ke darat untuk pembebasan sandera.

    "Secara garis besar begitu tapi titik-titiknya masih harus dibicarakan seperti masuk lewat mana, rute apa, biar kapal tak ngawur," ujarnya.

    Rencananya, Kamis besok Retno dan Ryamizard akan berkunjung lagi ke Filipina. Selain bertemu dengan jajaran pejabat pemerintahan Filipina yang baru, kunjungan itu untuk menekankan kerja sama. "Memang harus sering ketemu," ujar Ryamizard mengakhiri.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.